9 Pedang Nabi Muhammad SAW Beserta Nama-Namanya!!

Assalamu’alaikum Wr, wb,
saya jadi keinget kalau ada info menarik nih…biasa bos hasil dari copas..mumpung bentar lagi puasa neh, sekalian mereview kembali keagungan Nabi Muhammad SAW.
Ini adalah pedang-pedang yang pernah dipakai oleh Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya untuk berdakwah,  jumlah total pedang yang pernah digunakan ada 9 buah.
1. Al Ma’thur

Juga dikenal sebagai ‘Ma’thur Al-Fijar’ adalah pedang yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW sebelum dia menerima wahyu yang pertama di Mekah. Pedang ini diberi oleh ayahnya, dan dibawa waktu hijrah dari Mekah ke Medinah sampai akhirnya diberikan bersama-sama dengan peralatan perang lain kepada Ali bin Abi Thalib.
Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 99 cm. Pegangannya terbuat dari emas dengan bentuk berupa 2 ular dengan berlapiskan emeralds dan pirus. Dekat dengan pegangan itu terdapat Kufic ukiran tulisan Arab berbunyi: ‘Abdallah bin Abd al-Mutalib’.
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).
2. Al Adb

Al-’Adb, nama pedang ini, berarti “memotong” atau “tajam.” Pedang ini dikirim ke para sahabat Nabi Muhammad SAW sesaat sebelum Perang Badar. Dia menggunakan pedang ini di Perang Uhud dan pengikut-pengikutnnya menggunakan pedang ini untuk menunjukkan kesetiaan kepada Nabi Muhammad SAW. Sekarang pedang ini berada di masjid Husain di Kairo Mesir.
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).
3.Dhu Al Faqar

Dhu Al Faqar adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan pada waktu perang Badr. Dan dilaporkan bahwa Nabi Muhammad SAW memberikan pedang ini kepada Ali bin Abi Thalib, yang kemudian Ali mengembalikannya ketika Perang Uhud dengan bersimbah darah dari tangan dan bahunya, dengan membawa Dhu Al Faqar di tangannya. Banyak sumber mengatakan bahwa pedang ini milik Ali Bin Abi Thalib dan keluarga. Berbentuk blade dengan dua mata.
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).
4.Al Battar
Al Battar adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan dari Banu Qaynaqa. Pedang ini disebut sebagai ‘Pedangnya para nabi‘, dan di dalam pedang ini terdapat ukiran tulisan Arab yang berbunyi : ‘Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, Nabi Musa AS, Nabi Harun AS, Nabi Yusuf AS, Nabi Zakaria AS, Nabi Yahya AS, Nabi Isa AS, Nabi Muhammad SAW’. Di dalamnya juga terdapat gambar Nabi Daud AS ketika memotong kepala dari Goliath, orang yang memiliki pedang ini pada awalnya. Di pedang ini juga terdapat tulisan yang diidentifikasi sebagai tulisan Nabataean. Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 101 cm. Dikabarkan bahwa ini adalah pedang yang akan digunakan Nabi Isa AS kelak ketika dia turun ke bumi kembali untuk mengalahkan Dajjal.
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).
gambar ukiran nama-nama para nabi di dalamnya :

gambar Nabi Daud AS memenggal kepala Goliath:

5.Hatf

Hatf adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan dari Banu Qaynaqa. Dikisahkan bahwa Nabi Daud AS mengambil pedang ‘Al Battar’ dari Goliath sebagai rampasan ketika dia mengalahkan Goliath tersebut pada saat umurnya 20 tahun. Allah SWT memberi kemampuan kepada Nabi Daud AS untuk ‘bekerja’ dengan besi, membuat baju baja, senjata dan alat perang, dan dia juga membuat senjatanya sendiri. Dan Hatf adalah salah satu buatannya, menyerupai Al Battar tetapi lebih besar dari itu. Dia menggunakan pedang ini yang kemudian disimpan oleh suku Levita (suku yang menyimpan senjata-senjata barang Israel) dan akhirnya sampai ke tangan Nabi Muhammad SAW. Sekarang pedang ini berada di Musemum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade, dengan panjang 112 cm dan lebar 8 cm.
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).
6.Al Mikhdham

Ada yang mengabarkan bahwa pedang ini berasal dari Nabi Muhammad SAW yang kemudian diberikan kepada Ali bin Abi Thalib dan diteruskan ke anak-anaknya Ali. Tapi ada kabar lain bahwa pedang ini berasal dari Ali bin Abi Thalib sebagai hasil rampasan pada serangan yang dia pimpin di Syria. Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 97 cm, dan mempunyai ukiran tulisan Arab yang berbunyi: ‘Zayn al-Din al-Abidin’.
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).
7.Al Rasub
Ada yang mengatakan bahwa pedang ini dijaga di rumah Nabi Muhammad SAW oleh keluarga dan sanak saudaranya seperti layaknya bahtera (Ark) yang disimpan oleh bangsa Israel.
Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 140 cm, mempunyai bulatan emas yang didalamnya terdapat ukiran tulisan Arab yang berbunyi: ‘Ja’far al-Sadiq’.
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).
8.Al Qadib
Al-Qadib berbentuk blade tipis sehingga bisa dikatakan mirip dengan tongkat. Ini adalah pedang untuk pertahanan ketika bepergian, tetapi tidak digunakan untuk peperangan. Ditulis di samping pedang berupa ukiran perak yang berbunyi syahadat: “Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad Rasul Allah – Muhammad bin Abdallah bin Abd al-Mutalib.” Tidak ada indikasi dalam sumber sejarah bahwa pedang ini telah digunakan dalam peperangan. Pedang ini berada di rumah Nabi Muhammad SAW dan kemudian hanya digunakan oleh khalifah Fatimid.
Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Panjangnya adalah 100 cm dan memiliki sarung berupa kulit hewan yang dicelup.
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).
9.Qal’a
Pedang ini dikenal sebagai “Qal’i” atau “Qul’ay.” Nama yang mungkin berhubungan dengan tempat di Syria atau tempat di dekat India Cina. Ulama negara lain bahwa kata “qal’i” merujuk kepada “timah” atau “timah putih” yang di tambang berbagai lokasi. Pedang ini adalah salah satu dari tiga pedang Nabi Muhammad SAW yang diperoleh sebagai rampasan dari Bani Qaynaqa. Ada juga yang melaporkan bahwa kakek Nabi Muhammad SAW menemukan pedang ini ketika dia menemukan air Zamzam di Mekah.
Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 100 cm. Didalamnya terdapat ukiran bahasa Arab berbunyi: “Ini adalah pedang mulia dari rumah Nabi Muhammad SAW, Rasul Allah.” Pedang ini berbeda dari yang lain karena pedang ini mempunyai desain berbentuk gelombang.
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).
Wassalamu’alaikum
sumber : http://www.usna.edu/Users/humss/bwhe…of_swords.html, http://www.kaskus.com.

rumah tradisional moden melaka

rumah melaka cukup terkenal dengan tannga yang dihiasi menarik dan unik

 menunjukkan betapa peradapan orang melaka menghormati kepada tetamu.

 ditepi tangga akan disediakan tempayan untuk mencuci kaki

 ruang depan rumah dipanggil  serambi atau sengkuap.serambi kebiasaanya ada dua ruang satu terbuka dan satu lagi tertutup  sedikit untuk beri  keselesaan tetamu yang hadir.

diserambi pula yang kawasan yang tak tertutup akan diletakkan kayu kisi-kisi agar angin boleh masuk dan tak panas dan diawal serambi dipanngil musafir lalu kedudkkannya agak rendah sedikit,dahulu jika orang bermusafir jika penat akan minta tuan rumah untuk rehat,maka ia boleh rehat disitu.

 lihat dihujung ruang lantainya agak rendah sedikit.

 ruang serambi atau sengkuap

rumah melaka terkenal dengan ukiran yang menarik ukiran diatas biasanya diletakkan ditepi bumbung dipanggil dengan nama papan manis.

   bumbung melaka dibawah dipanggil timba layar dibuat sebegini rupa agar angin mudah masuk dan tak panas.

 tanngga untuk keloteng

 ruang serambi

kedudukkan rumah melaka ada turun naiknya lantai.diserambi rendah sedikit dari rumah ibu kemudian ada pelantar,pelantar agak rendah sedikit dari rumah ibu,rumah anak akan tinngi sedikit dari rumah anak dan dapor akan rendah dari rumah anak.

 lihat gambar diatas pelantar agak rendah dari rumah ibu
ini dalah tangga untuk naik keloteng rumah melaka ada dua loteng,loteng dirumah ibu biasanya untuk anak dara dan loteng anak untuk ruang solah.

Perkampungan Warisan Hang Tuah Di Kg Duyung Melaka

Perkampungan   warisan  hang tuah
asalammualaikum.kami diperkampungan warisan  hang tuah menjemput semua ahli persatuan baik kerajaan,ngo,universiti,sekolah dan swasta yang menyangjungi  seni warisan budaya jiwa bangsa untuk membuat program kesenian samada persilatan,kompang,qasidah,maulud dibaei,memanah,menungang kuda,
busana melayu,memancing,berkayak,pertandingan keris,memasak,rebana untuk berlatih, membuat pertandingan,tempat perjumpaan amatlah digalakan tempat telah kami sediakan dengan gelangang dan suasana perkamapungan warisan hang tuah secara percuma untuk memperkayakan kan lagi seni warisan budaya bangsa dan untuk membuat program perjumpaan keluarga juga persatuan,disini juga ada menjual barangan kraftangan,keris,barangan antiq,barangan kesnian dan muzium menceritakan sejarah melaka. terima kasih.
hubungi kami.

hp ;013 266 5553
email; cardovacreative4u@gmail.com

gelangang  silat telah disediakan menanti panglima menunjukkan seninya

tapak gelangang ini bukan hanya untuk persilatan tepai pelbagi aktivi boleh dijalankan.

rumah dimelaka bumbungnya tiga sebanndung,terdiri dari depan serambi/sengkuap,rumah ibu,pelantar,rumah anak,pangkin dan dapor basah juga kering.rumahnya lantainya tak rata.ada turun naiknya semua ini dibuat ada maksudnya.dirumah ibu dan anak ada loteng,loteng ibu untuk anak perempuan duduk dan loteng anak untuk beribadah.
rumah panglima yang tersergam indah menanti kedatangan anda

inilah sungai duyung tempat hang tuah berulang alik menggunakan kapalnya.sungai ini dahulunya besar kerana hakisan ia telah menjadi kecil.

 sungai ini juga sesuai untuk memancing dan berkayak.

permandangan sewaktu air pasang.geram lihat airnya yang jernih.

disini juga ada kereta kuda, jika nak belajar menungang kuda kena tanya pihaklah pihak pengurusan.

Gambar amy search sewaktu bertandang ke perkampungan warisan hang tuah.rock tetap rock tetapi dihati tetap menghargai seni warisan budaya jiwa bangsa.

gambar serba sedikit didalam muzium warisan hang tuah

muzium perkampungan warisan hang tuah.diantara muzium yang pertama dimalaysia menggunakan digital keseluruhannya.

pemandangan muzium perkampungan warisan hang tuah.

jom pegi jangan tak pegi yer!!

ia juga dikenali denga nama hang tuah centre.

setiap hasil ukiran yang ada mempunyai maksuk tersirat dan tersurat.

pemandangan muzium perkampungan warisan hang tuah.

jika anda ke melaka kebanyakan tangga rumah dimelaka tangganya seperti diatas.
keris yang panjangnya 9kaki dirumah hang lekir.
jika ke perkampunggan warisan hang tuah jangan luper singgah ke rumah saya,rumah hang lekir yer.,ada berbagai barangan seperti keris,cicin ,kraftangan dan permata dijual disini.masuk percuma.

didalam almari ni ada berbagai-bagai keris dan cincin yang menarik untuk dijadikan perhiasan.
insyaallah harga boleh runding,jangan risau

gagah keris diletakkan seperti diatas.

batu permata pun ada.

buku keris pun ada untuk dijual.

disetiap biji rumah ada sebuah gelangang disediakan dan diluar pula ada satu lagi gelangang silat yang besar dinamakan pentas silat.

nak beli pedang keris jom!!

pingan antiq pun ada.

 ni rumah hang lekir gallery dan pusat jualaan.

auditorium pun ada,jika nak gunakkan yang ni kena tempah dulu harga boleh dirundingkan.boleh memuatkan seratus peserta.

keindahan seni warisan budaya jiwa bangsa.

buku hikayat hang tuah.


keindahan dan seni tangga rumah melaka.

yang ini dinamakan kisi-kisi

baranngan kraftanggan pun ada.beg-beg ini menanti untuk dipinang.

beg-beg baru sampai belum sempat untuk di susun.
key chain dan barangan cenderehati pun ada ler.

hasil lukisan pun ada juga.kebanyakan lukisan ini dibuat oleh orang melaka lah be!!

tempat untuk mengangin padi,lesong,batu giling pun dipamerkan disini.

 www.cardovacreative.com

hasil seni warisan budaya jiwa bangsa yang wajib dihargai agar kita tidak alpha betapa hebatnya bangsa melayu tika dulu.


Perkampungan Warisan Hang Tuah Di Kg Duyung Melaka


 
Kecanggihan dan kehebatan orang melayu yang
 diputar belit kan faktanya oleh penjajah

ARTIKEL KALI INI SAYA MEMEBAWA PEMBACA KEPADA SATU KEBENARAN YANG TIDAK ADA DI DALAM BUKU SEJARAH. KEBANYAKAN ORANG MELAYU SEKARANG FIKIR BAHAWASANYA SENJTA2 ORANG MELAYU DAHULU HANYA KERIS,LEMBING DAN BUKAN PISTOL SENAPANG DAN MERIAM. SEKIRANYA ORANG MELAYU HANYA BERSENJATAKAN KERIS MUSTAHIL UNTUK KESULTANAN MELAYU MELAKA MENJADI KUASA BESAR DI ASIA TENGGGARA. SEBELUM ITU SAYA INGIN BERITAHU YANG ARTIKEL INI AGAK PANJANG TAPI SARAT DENGAN RAHSIA SENJATA2 ORANG MELAYU. JADI GAGAH2KAN LA DIRI ANDA UNTUK MEMBACANYA…

  • Beribu-ribu tahun dahulu…di Lembah Bujang, terdapat satu peradaban yang makmur.Kota-kota yang besar dan istana-istana yang mengagumkan.Di satu kawasan,terdapat kilang-kilang membuat peralatan logam;kilang melebur besi.
  • Zaman berganti zaman.Tahun berganti tahun.Peperangan demi peperangan.Hasad dengki,khianat,kekejaman dan penipuan menghiasi tabir.Jatuh dan bangun.Bina kembali peradaban.Berperang lagi…hancur semuanya….bangkit kembali membina empayar…perang saudara…kedatangan bangsa Eropah yang tamak….dijajah…dijajah…dijarah…
  • Bangkit kembali…tentang penjajah…akhirnya merdeka.Kemudian bina negara…bina peradaban kembali.Perlahan-lahan.
  • Anak-anak Melayu pun membuka buku sejarah.Apa yang dilihat mereka? Hulubalang Melayu memegang tombak.Panglima Melayu menghunus keris.Selak lagi..apa dilihat lagi?
  • Gambar lukisan raja Melayu di atas gajah,dengan askar-askar Melayu menentang penjajah Portugis menggunakan tombak dan keris.Bertembokkan pancang-pancang kayu dan batang pisang .Gambar askar Melayu mati ditembak istinggar musuh.Gambar rumah beratap rumbia musnah dibedil meriam.Selak lagi….gambar gabenor British bercekak pinggang dengan orang-orang Melayu berpakaian selekeh di satu sudut.
  • Selak lagi…selak lagi…gambar orang-orang Melayu pasca-penjajahan yang berimejkan selekeh, miskin dan nampak kurang berpendidikan.Membosankan.
  • Dalam artikel ini,penulis akan mendedahkan realiti sebenar peperangan yang disertai orang-orang di Semenanjung mahupun di pulau-pulau Nusantara (Indonesia). Penulis akan mendedahkan betapa antara orang-orang Melayu pada masa dahulu pandai mencipta meriam dan menggunakan senjata api..Ini sekaligus menafikan anggapan popular ketika penjajahan dahulu “hendak buat sebatang jarum pun tak mampu”
  • Benarkah begitu?
  • Apabila teknologi meriam semakin maju pada abad ke-14,seluruh dunia berlumba-lumba mendapatkan teknologi ini.Kerajaan-kerajaan Eropah,wilayah-wilayah bekas Empayar Abbasiah dan Turki uthmaniyyah,Emperium China dan kerajaan Ayutthia berusaha tidak ketinggalan dalam soal mengambil tahu atau memiliki meriam malah merekrut rakyat mereka mempelajari cara membuat meriam.
  • ADAKAH SULTAN-SULTAN MELAKA YANG MEMILIKI PELABUHAN PALING KAYA DI TIMUR MENJADI PEKAK,TULI,BUTA DAN BISU DENGAN PERKEMBANGAN INI?
  • Padahal raja-raja Melayu Brunei dan Sulu ketika itu sudah biasa bermain dengan pistol dan menjadi pengeluar meriam kecil terbaik dunia?Sebab itu Sepanyol gerun dan tidak mampu mencabut ‘kemelayuan’ mereka.
  • Adakah para pedagang yang tiba di pelabuhan Melaka semuanya berpakat untuk menyorokkan berita-berita tentang meriam,istinggar (musket) dan ubat bedil?Adalah amat tidak logik jika Sultan Melaka yang pernah menakluk sebahagian Sumatera dan tanah semenanjung malah mengalahkan tentera Siam menggunakan keris dan lembing sahaja.Tiada satu pun kerajaan yang boleh mengalahkan Melaka ketika itu KECUALI GABUNGAN TENTERA PORTUGIS,KERAJAAN-KERAJAAN KECIL DI SUMATERA DAN JAWA,ASKAR-ASKAR UPAHAN DARI GOA,JAWA DAN SIAM DITAMBAH DENGAN PEMBELOT DAN PENGKHIANAT DALAMAN DARI PARA PEDAGANG ASING DAN ORANG-ORANG MELAYU SENDIRI.
  • Hanya filem-filem dan drama pendekar di Malaysia sahaja menggambarkan pendekar Melayu berperang menggunakan keris dan lembing selepas bergaduh di warung berdinding buluh dan beratapkan rumbia.Sungguh memalukan.
  • Apabila orang luar membuat filem tentang Melayu,mereka menggambarkan pendekar Melayu menggunakan pistol,meriam dan senapang.Malah pendekar Melayu memakai baju kulit dan sesetengahnya memakai baju zirah;baju besi untuk mengelakkan serpihan peluru meriam melukai daging kulit.Dari mana mereka mengorek rahsia ini?Dari catatan-catatan sejarah mereka yang diluar kawalan Raffles,Winsted,Swettenham dan Leyden.
  • Malah semua senjata ini,yang diwar-warkan asing bagi bangsa Melayu,mempunyai istilah Melayunya sendiri:
*Cannon=Meriam,Lela
*Portable Cannon/swivel gun=Lela Rentaka
*Flintlock Musket=Istinggar
*Blunderbuss=Pemuras
*Pistol=Terakol
Mari kita lihat antara senjata-senjata ‘terahsia’ Melayu ini:

*pemuras
Pemuras adalah antara senjata yang gemar digunakan oleh orang-orang Melayu dahulukala.Dalam Perang Naning,catatan askar Inggeris menyatakan orang-orang Melayu amat pandai menggunakan Pemuras ini sehingga Inggeris terpaksa menghantar beberapa kali pasukan tenteranya menentang Dol Said dan Perang Naning juga berlaku dalam beberapa siri.Orang-orang Melayu Borneo khususnya orang Brunei dan Sulu adalah mereka yang selalu menggunakan Pemuras.Pemuras atau dalam bahasa Inggeris,blunderbuss adalah sejenis alat bedil muat hadapan dengan laras berkaliber pendek,besar,yang mempunyai muncung peledak hadapan yang berbentuk kembang (funnel-shaped muzzle ).Pemuras ini menggunakan peluru timah hitam (lead)
Ia digunakan untuk menembak dalam jarak dekat dan selalu digunakan oleh pasukan berkuda (Dragoons).Perkataan Dragoon ini berasal dari penggunaan Pemuras yang telah dimajukan bentuknya,menjadi lebih

*terakol
Orang-orang Melayu memanggilnya sebagai Terakol atau Tarkul.Dragoon atau Terakol inilah asal-usul pistol pada hari ini.Pemuras juga adalah senapang atau bedil yang pertama sekali dicipta untuk tujuan pertahanan. Dalam masyarakat Melayu, senjata Pemuras dan Tarkul adalah agak popular berbanding di dunia barat.Penggunaan Pemuras adalah lebih kerap digambarkan di dalam peristiwa perang Melayu berbanding istinggar atau Flintlock Musket.Mengapa?

Ini kerana pada masa dahulu orang Melayu adalah pelaut dan pengembara yang gigih.Penggunaan blunderbuss ini adalah amat popular dikalangan pelaut,lanun dan pedagang.Ini kerana ia sesuai untu pertempuran secara pantas dan berdepan kerana ia mampu mencederakan beberapa orang musuh dengan hanya satu tembakan dari jarak dekat.
Pemuras biasanya amat pendek, dengan laras kurang dari 60 cm (dua kaki), pada ketika laras senapang lantak biasanya melebihi 90 cm (tiga kaki) panjang.Satu sumber menggambarkan senjata dari awal hingga pertengahan abad ke-17, menyenaraikan panjang laras Terakul kancing roda (wheel lock) sekitar 28 cm (sebelas inci), berbanding 41 cm (enam belas inci) panjang bagi Pemuras.

*Betapa segaknya panglima Melayu menyandang Pemuras berkilat seperti ini.

Terakol atau Tarkul adalah antara senjata popular dikalangan pelaut,pedagang dan lanun-lanun Melayu.Tarkul pada awalnya menggunakan teknologi ‘wheel lock’ (kancing roda) di mana kemajuan teknologi ini membolehkan ia membakar serbuk bedil secara automatik tanpa memerlukan ‘fius’.Terakol berbentuk seperti pistol dan ia adalah perubahan bentuk dari Pemuras yang dikecilkan.Terakol digunakan di dalam peperangan Rajah,Datu dan Sultan-sultan di Filipina melawan Sepanyol,juga askar Brunei menentang Rajah Brooke.
Terakol juga digunakan di Patani dan Melaka.Dalam Perang Naning juga senjata ini digunakan.Sekitar tahun 1530,Terakol telah menjadi maju dengan penggunaan teknologi flintlock (kancing batu api) dan sejak itu ia lebih dikenali sebagai pistol di Barat.

*Istinggar
Istinggar (Bahasa Inggeris:musket) pada awalnya ialah sejenis senjata api jenis berat dengan penggunaan fius atau wheel lock.Kemudian ia menjadi sejenis senapang yang menggunakan teknologi flintlock (kancing batu api).Penggunaan flintlock ini meningkatkan kadar tembakan dan mengurangkan kos pembuatan senjata api.Mula diperkenalkan pada 1630 sebagai flintlock musket,istinggar dengan pantas menggantikan teknologi picu senjata api lebih awal,seperti mekanisme kancing sumbu (matchlock) dan kancing roda (wheel lock).
Istinggar juga kerap disebut di dalam hikayat-hikayat lama seperti Sulalatus Salatin (Sejarah Melayu) dan juga Hikayat Megat Terawis. Dalam Hikayat Megat Terawis, dikatakan bahawa Megat telah berjaya membunuh seorang hulubalang yang kebal dan hebat bernama Tun Saban.Tun Saban dikatakan sebagai seorang yang tidak lut kepada segala jenis senjata kecuali istinggar yang dibuat khas pelurunya.Istinggar yang digunakan untuk membunuh Tun Saban dikatakan adalah hadiah daripada ulama dari Hadra-maut kepada raja Pagar Ruyung.
Istinggar inilah yang dikumpulkan terlalu banyak di dalam kota Melaka oleh tentera-tentera Portugis.Istinggar juga digunakan oleh tentera Johor-Riau terutama ketika membantu Belanda menyerang Portugis.Istinggar juga digunakan oleh penduduk di Perak ketika menyerang Belanda yang membina loji-loji di Sungai Perak.

Rentaka,adalah sejenis meriam mudah alih,ringan dan kecil dari meriam biasa.Dalam Bahasa Inggeris,ia disebut Lantakas (gabungan Lela dan Rentaka).Rentaka adalah senjata khas orang Melayu,kerana mereka sendiri yang menciptanya,sebab itu orang Inggeris menyebutnya dengan Lantakas.Ini adalah sesuatu yang menarik kerana Rentaka adalah setanding dengan keris dan ia adalah senjata Melayu yang terkenal di dunia Barat.Rentaka inilah yang saya lihat di dalam filem tahun 80-an itu.
Kebiasaannya rentaka dibuat menggunakan tembaga atau besi dan berukuran diantara 50cm hinggalah 2 meter. Bagi yang berukuran lebih daripada 1 meter kebiasaannya ia di panggil Lela dan ada yang dipanggil sebagai ekor Lotong kerana mempunyai pelaras yang panjang dan lentik seperti ekor Lotong. Bangsa penjajah pertama yang merasa penangan rentaka ialah Sepanyol. Mereka menggelarnya sebagai arquebuses, portable cannons or swivel gun yakni meriam mudah alih. Berbanding dengan meriam biasa, rentaka kebiasaanya mempunyai hiasan yang lebih terperinci dan cantik seperti ukiran awan larat,naga,buaya,cicak,ikan lelumba malahan turut diukirkan corak pucuk rebung.

Apa yang unik mengenai senjata ini ialah ianya adalah sebuah meriam mudah alih yang pertama didunia. Rentaka mempunyai mekanisme yang membolehkan ianya dipusing-pusingkan keatas dan kebawah serta boleh dipikul dan dipacakkan di kota, tanah atau belebas kapal dan perahu. Hal ini amat berbeza dengan meriam barat yang sedia di ketahui adalah amat berat dan tidak mudah dialihkan. Ciri mudah alih Rentaka juga menyebabkan bidikannya lebih mudah untuk kena pada sasaran.
Pahlawan Moro adalah diantara pahlawan rumpun Melayu yang dikatakan sebagai pembuat rentaka yang terbaik . Orang Moro telah menggunakan rentaka sebagai senjata api utama ketika diserang oleh Sepanyol dan ketika mereka menyerang kapal-kapal Sepanyol. Tentera Sepanyol dikatakan amat takut dengan senjata tersebut kerana diantara banyak-banyak senjata, rentaka adalah salah satu senjata yang menyebabkan kematian dan kerugian terbesar bagi pihak mereka. Selain daripada orang Moro, Kerajaan Brunei juga dikenali umum di kalangan para pedagang dan penjajah sebagai pengeluar rentaka terbanyak dan terbaik di Alam Melayu. kebanyakan daripada rentaka yang ada di Muzium di seluruh dunia sekarang ini adalah berasal dari Brunei kalau tidak Filipina. Di Semenanjung, Jawa dan Sumatera, penggunaan rentaka adalah kurang terutama setelah kejatuhan Kesultanan Melayu Melaka.
Kehebatan senjata api buatan bangsa Melayu ini menjadi buah mulut dan kekaguman para penjajah barat seperti Portugis, Sepanyol dan Belanda sehinggakan mereka telah meniru teknologi pembuatan rentaka bagi melengkapkan persenjataan mereka. Sehingga abad ke 18 dikatakan penghasilan rentaka di Alam Melayu semakin berkurangan malahan negara yang mengeluarkan rentaka terbaik dan terbanyak adalah negara Belanda.

*Meriam Seri Patani yang diletakkan dihadapan bangunan Kementerian Pertahanan Thailand
  • Meriam mempunyai sejarah yang panjang,terahsia dan digelapkan dalam sejarah Melayu.Meriam digunakan di tembok-tembok kota Melaka.Meriam digunakan di semasa peperangan melawan penjajah di Selangor.Meriam digunakan di Pasir Salak.Meriam digunakan di Singgora melawan Thai dan Inggeris dan Belanda.Meriam adalah cukup sinonim dengan seni peperangan Melayu.Jika Brunei dan Sulu terkenal mengeluarkan Rentaka (meriam mudah alih) terbaik,maka Patani pula adalah pengeluar meriam paling terbaik di Asia Tenggara suatu ketika dahulu.
  • Sebelum kemunculan meriam,pada awalnya teknologi artileri atau bedilan ini diperkenalkan oleh orang-orang Cina.Kemudian meriam diperkenalkan oleh Empayar Turki Uthmaniyyah,yang juga merupakan pembuat meriam yang menggerunkan seluruh Eropah ketika itu.Kemudian pedagang Belanda pula memperkenalkannya.
  • Meriam yang paling terkenal dalam masyarakat Melayu ialah Seri Nagara,Seri Patani dan Mahalela.Dan meriam Seri Nagara dan Seri Patani ini adalah meriam yang terbesar di Asia Tenggara!Menariknya bukan orang lain yang membuat dan memilikinya,tetapi orang Melayu juga!
  • Meriam-meriam ini adalah milik Kerajaan Patani.Sebagai tindak balas berikutan khabar angin akan serangan Siam ke atas Patani, Raja Kerajaan Melayu Pattani pada waktu itu iaitu Raja Biru (1616-1624) telah menugaskan seorang lelaki Cina-Islam yang bernama Tok Kayan (Lim To Khiam) untuk mengetuai pembinaan meriam-meriam kerajaan. Tiga buah meriam telah dibina iaitu Sri Patani, Sri Nagara dan Mahalela. Sri Patani dan Sri Nagara mempunyai saiz yang sama manakala Mahalela pula lebih kecil iaitu hanya sepanjang 5 hasta 1 jengkal. Meriam-meriam ini telah berjaya menyekat empat kali serangan Siam ke atas Patani iaitu pada tahun 1603, 1632, 1634 dan 1638.
  • Selepas kejatuhan Ayutthaya pada 1767, kerajaan Patani di bawah pemerintahan Sultan Muhammad (1776-1786) telah cuba untuk membebaskan diri daripada ancaman Thai (yang telah mengalahkan kerajaan Ayutthaya). Bagaimanapun, pada 1785 pasukan tentera Thai di bawah kepimpinanan Panglima Phraya Kalahum telah berjaya menewaskan Patani. Dua buah meriam besar iaitu Sri Patani dan Sri Nagara telah diambil sebagai rampasan perang, bagaimanapun Sri Nagara telah jatuh ke dalam laut di Kuala Patani semasa hendak dipindahkan ke dalam kapal. Meriam Mahalela pula telah hilang tanpa dapat dikesan.
  • Selepas kejatuhan Ayutthaya pada 1767, kerajaan Patani di bawah pemerintahan Sultan Muhammad (1776-1786) telah cuba untuk membebaskan diri daripada ancaman Thai (yang telah mengalahkan kerajaan Ayutthaya). Bagaimanapun, pada 1785 pasukan tentera Thai di bawah kepimpinanan Panglima Phraya Kalahum telah berjaya menewaskan Patani. Dua buah meriam besar iaitu Sri Patani dan Sri Nagara telah diambil sebagai rampasan perang, bagaimanapun Sri Nagara telah jatuh ke dalam laut di Kuala Patani semasa hendak dipindahkan ke dalam kapal. Meriam Mahalela pula telah hilang tanpa dapat dikesan.
  • Meriam-meriam Melayu boleh dilihat juga di Kota Melawati dan Pasir Salak pada hari ini.
*petikan gambar filem langkasuka, dalam filem ini bukti yang menunjukkan senjata api  sudah digunakan oleh orang melayu sejak zaman kesultanan lagi. Dalam filem ini juga menunjukkan yang putera pahang yang pakar dalam menembak menggunakan terakol atau lebih dikenali sebagai pistol. Di sini amatlah sedih sekali kerana orang melayu pada zaman kini tidak dapat mengunkapkan sejarah2 hebat orang melayu ini ke layar perak malah diambil kesempatan oleh pembikin filem dari thailand. jika dilihat pada babak2 filem itu prob2 dan ketamadun yang ditonjolkan dalam filem itu sudah dikaji dengan lebih terperinci dan apa yang ditunjukkan adalah ketamadunan sebenar orang melayu bukan hanya keris dan lembing.

*pengawal2 istana yang menggunakan istinggar

*putera pahang yang pakar dalam menembak.

*putera pahang yang menembak menggunakan terakol.
jangan berpandukan filem ini jika mahu mengkaji SECARA MENDALAM sejarah Patani.Ini filem Thai dan nama ‘Langkasuka’ itu pun tidak tepat.Asalnya penerbit mahu meletakkan nama ‘Queen of Patani’ namun dibantah oleh pihak berkaitan kerana tidak mahu mencetuskan sensitiviti dengan apa yang berlaku di Selatan Thai.Jadi diletakkan ‘Langkasuka’ padahal Langkasuka dan Patani adalah dua kerajaan berbeza.’Lanun’ dalam cerita ini hanyalah fantasi kerana dalam sejarah ketika pemerintahan Ratu Biru,kerajaan Patani diserang oleh Thai,bukannya lanun-lanun Melayu,Jawa dan Jepun seperti dalam filem ini.Dan tiada pula kerabat diraja yang membelot sebenarnya,ia cuma ‘rempah-ratus’ dalam membuat filem itu lebih sensasi.
Fakta sejarah sebenarnya,ketika itu Patani berperang dengan Thai dan seorang Cina Muslim,Lim To Khiam diarahkan oleh Ratu Patani untuk mengetuai tukang-tukang meriam Patani menyiapkan meriam besar.Penglibatan orang Belanda itu hanyalah sensasi sahaja padahal Thai pernah bekerjasama dengan orang-orang Eropah yang tamak ini untuk menjajah Patani.
Saya hanya sarankan untuk MEMBAYANGKAN suasana meriam-meriam Melayu ini beraksi dengan menonton filem ini,bukannya menjadikan filem itu sebagai rujukan sejarah Patani.

  • Setelah mengetahui fakta sejarah yang digelapkan dari pengetahuan kita ini,adakah kita masih berfikir nenek moyang kita berperang menggunakan sumpit,lembing dan keris?JIka nenek moyang kita berperang dengan senjata-senjata itu sahaja,alamat kita sekarang bukanlah duduk di Malaysia,tetapi di sebuah negeri Inggeris lain,seperti Australia.SEbab orang-orang Melayu mempunyai senjata-senjata beginilah mereka mampu mempertahankan takhta raja-raja mereka dan sedikit sebanyak mengawal tindak tanduk penjajah yang ganas dan tamak.Bayangkan betapa gigih nenek moyang kita dahulu memikul rentaka,membawa Pemuras di samping parang dan keris,menentang ketamakan dan kebuasan penjajah.Jika nenek moyang kita dahulu lembik tidak berjuang mempertahankan tanah air,mungkin hari ini kita akan menjadi seperti Red Indian atau aborigine Australia.Inggeris walaupun buas dan kejam,namun masih menjaga ‘standard’ mereka cuba menghormati perjuangan orang-orang Melayu mempertahankan warisan.Mereka cuba mengawal alter amuk para musketeers (ahli senjata api) dan gunners (ahli meriam) Melayu dengan cuba meletakkan para residen mereka terlebih dahulu di setiap negeri Melayu.Apa salahnya Inggeris membawa balatenteranya meranapkan takhta-takhta raja-raja Melayu ini terus atau menghalau mereka sepertimana mereka menumbangkan raja-raja Tamil,Hindi dan Maharaja Moghul di India.Sultan Abdullah memang dibuang ke Pulau Seychelles,namun yang peliknya Inggeris berusaha mengadakan raja baru di Perak dengan membiarkan institusi beraja Perak menabalkan pengganti Sultan Abdullah.Pelikkan?Apa salahnya Inggeris melantik sahaja Hugh Low menjadi ‘Rajah Perak’ sebagaimana James Brooke menjadi Rajah Sarawak.Biar warisan raja-raja Perak hancur sebagaimana mereka berjaya menghancurkan dinasti raja China dan India.Tetapi ini tidak berlaku.Bukan sahaja orang Melayu,malah ‘Mat Salleh’ pun berdegil ‘mempertahankan’ takhta raja-raja Melayu.Lucu dan aneh.Sebenarnya jika kita bersemangat mempertahankan warisan budaya kita sendiri,orang lain pun akan segan dan hormat pada kita.Seperti juga hari ini,jika kita acuh tak acuh dengan warisan kita sendiri,sebagai contoh Tulisan Jawi,Cina Komunis pun tidak segan silu mahu membuang tulisan Jawi dari papan-papan tanda jalan.Jika kita sendiri tidak berusaha mengambil berat diri kita sendiri,siapa lagi hendak diharapkan menjaga segala warisan dan identiti bahkan pegangan agama kita sendiri??Orang asing??
  • SEbagai kesimpulannya,dengan pendedahan ini yakinlah kita bahawa orang Melayu adalah bukanlah bangsa yang lemah dan hanya mengenal keris dan tombak sahaja malah pandai menggunakan meriam dan membuatnya juga!Orang Melayu juga biasa menggunakan musket (Istinggar) dan pistol (Terakol).
 Petikan Di ambil dari : kiflionly
(http://kiflionly.wordpress.com/2010/01/31/senjata-terahsia-zaman-ksultanan-melayu/)
0

Kehebatan Empayar Kesultanan Melayu Islam Malaka

Kecanggihan dan kehebatan orang melayu yang
 diputar belit kan faktanya oleh penjajah

ARTIKEL KALI INI SAYA MEMEBAWA PEMBACA KEPADA SATU KEBENARAN YANG TIDAK ADA DI DALAM BUKU SEJARAH. KEBANYAKAN ORANG MELAYU SEKARANG FIKIR BAHAWASANYA SENJTA2 ORANG MELAYU DAHULU HANYA KERIS,LEMBING DAN BUKAN PISTOL SENAPANG DAN MERIAM. SEKIRANYA ORANG MELAYU HANYA BERSENJATAKAN KERIS MUSTAHIL UNTUK KESULTANAN MELAYU MELAKA MENJADI KUASA BESAR DI ASIA TENGGGARA. SEBELUM ITU SAYA INGIN BERITAHU YANG ARTIKEL INI AGAK PANJANG TAPI SARAT DENGAN RAHSIA SENJATA2 ORANG MELAYU. JADI GAGAH2KAN LA DIRI ANDA UNTUK MEMBACANYA…

  • Beribu-ribu tahun dahulu…di Lembah Bujang, terdapat satu peradaban yang makmur.Kota-kota yang besar dan istana-istana yang mengagumkan.Di satu kawasan,terdapat kilang-kilang membuat peralatan logam;kilang melebur besi.
  • Zaman berganti zaman.Tahun berganti tahun.Peperangan demi peperangan.Hasad dengki,khianat,kekejaman dan penipuan menghiasi tabir.Jatuh dan bangun.Bina kembali peradaban.Berperang lagi…hancur semuanya….bangkit kembali membina empayar…perang saudara…kedatangan bangsa Eropah yang tamak….dijajah…dijajah…dijarah…
  • Bangkit kembali…tentang penjajah…akhirnya merdeka.Kemudian bina negara…bina peradaban kembali.Perlahan-lahan.
  • Anak-anak Melayu pun membuka buku sejarah.Apa yang dilihat mereka? Hulubalang Melayu memegang tombak.Panglima Melayu menghunus keris.Selak lagi..apa dilihat lagi?
  • Gambar lukisan raja Melayu di atas gajah,dengan askar-askar Melayu menentang penjajah Portugis menggunakan tombak dan keris.Bertembokkan pancang-pancang kayu dan batang pisang .Gambar askar Melayu mati ditembak istinggar musuh.Gambar rumah beratap rumbia musnah dibedil meriam.Selak lagi….gambar gabenor British bercekak pinggang dengan orang-orang Melayu berpakaian selekeh di satu sudut.
  • Selak lagi…selak lagi…gambar orang-orang Melayu pasca-penjajahan yang berimejkan selekeh, miskin dan nampak kurang berpendidikan.Membosankan.
  • Dalam artikel ini,penulis akan mendedahkan realiti sebenar peperangan yang disertai orang-orang di Semenanjung mahupun di pulau-pulau Nusantara (Indonesia). Penulis akan mendedahkan betapa antara orang-orang Melayu pada masa dahulu pandai mencipta meriam dan menggunakan senjata api..Ini sekaligus menafikan anggapan popular ketika penjajahan dahulu “hendak buat sebatang jarum pun tak mampu”
  • Benarkah begitu?
  • Apabila teknologi meriam semakin maju pada abad ke-14,seluruh dunia berlumba-lumba mendapatkan teknologi ini.Kerajaan-kerajaan Eropah,wilayah-wilayah bekas Empayar Abbasiah dan Turki uthmaniyyah,Emperium China dan kerajaan Ayutthia berusaha tidak ketinggalan dalam soal mengambil tahu atau memiliki meriam malah merekrut rakyat mereka mempelajari cara membuat meriam.
  • ADAKAH SULTAN-SULTAN MELAKA YANG MEMILIKI PELABUHAN PALING KAYA DI TIMUR MENJADI PEKAK,TULI,BUTA DAN BISU DENGAN PERKEMBANGAN INI?
  • Padahal raja-raja Melayu Brunei dan Sulu ketika itu sudah biasa bermain dengan pistol dan menjadi pengeluar meriam kecil terbaik dunia?Sebab itu Sepanyol gerun dan tidak mampu mencabut ‘kemelayuan’ mereka.
  • Adakah para pedagang yang tiba di pelabuhan Melaka semuanya berpakat untuk menyorokkan berita-berita tentang meriam,istinggar (musket) dan ubat bedil?Adalah amat tidak logik jika Sultan Melaka yang pernah menakluk sebahagian Sumatera dan tanah semenanjung malah mengalahkan tentera Siam menggunakan keris dan lembing sahaja.Tiada satu pun kerajaan yang boleh mengalahkan Melaka ketika itu KECUALI GABUNGAN TENTERA PORTUGIS,KERAJAAN-KERAJAAN KECIL DI SUMATERA DAN JAWA,ASKAR-ASKAR UPAHAN DARI GOA,JAWA DAN SIAM DITAMBAH DENGAN PEMBELOT DAN PENGKHIANAT DALAMAN DARI PARA PEDAGANG ASING DAN ORANG-ORANG MELAYU SENDIRI.
  • Hanya filem-filem dan drama pendekar di Malaysia sahaja menggambarkan pendekar Melayu berperang menggunakan keris dan lembing selepas bergaduh di warung berdinding buluh dan beratapkan rumbia.Sungguh memalukan.
  • Apabila orang luar membuat filem tentang Melayu,mereka menggambarkan pendekar Melayu menggunakan pistol,meriam dan senapang.Malah pendekar Melayu memakai baju kulit dan sesetengahnya memakai baju zirah;baju besi untuk mengelakkan serpihan peluru meriam melukai daging kulit.Dari mana mereka mengorek rahsia ini?Dari catatan-catatan sejarah mereka yang diluar kawalan Raffles,Winsted,Swettenham dan Leyden.
  • Malah semua senjata ini,yang diwar-warkan asing bagi bangsa Melayu,mempunyai istilah Melayunya sendiri:
*Cannon=Meriam,Lela
*Portable Cannon/swivel gun=Lela Rentaka
*Flintlock Musket=Istinggar
*Blunderbuss=Pemuras
*Pistol=Terakol
Mari kita lihat antara senjata-senjata ‘terahsia’ Melayu ini:

*pemuras
Pemuras adalah antara senjata yang gemar digunakan oleh orang-orang Melayu dahulukala.Dalam Perang Naning,catatan askar Inggeris menyatakan orang-orang Melayu amat pandai menggunakan Pemuras ini sehingga Inggeris terpaksa menghantar beberapa kali pasukan tenteranya menentang Dol Said dan Perang Naning juga berlaku dalam beberapa siri.Orang-orang Melayu Borneo khususnya orang Brunei dan Sulu adalah mereka yang selalu menggunakan Pemuras.Pemuras atau dalam bahasa Inggeris,blunderbuss adalah sejenis alat bedil muat hadapan dengan laras berkaliber pendek,besar,yang mempunyai muncung peledak hadapan yang berbentuk kembang (funnel-shaped muzzle ).Pemuras ini menggunakan peluru timah hitam (lead)
Ia digunakan untuk menembak dalam jarak dekat dan selalu digunakan oleh pasukan berkuda (Dragoons).Perkataan Dragoon ini berasal dari penggunaan Pemuras yang telah dimajukan bentuknya,menjadi lebih

*terakol
Orang-orang Melayu memanggilnya sebagai Terakol atau Tarkul.Dragoon atau Terakol inilah asal-usul pistol pada hari ini.Pemuras juga adalah senapang atau bedil yang pertama sekali dicipta untuk tujuan pertahanan. Dalam masyarakat Melayu, senjata Pemuras dan Tarkul adalah agak popular berbanding di dunia barat.Penggunaan Pemuras adalah lebih kerap digambarkan di dalam peristiwa perang Melayu berbanding istinggar atau Flintlock Musket.Mengapa?

Ini kerana pada masa dahulu orang Melayu adalah pelaut dan pengembara yang gigih.Penggunaan blunderbuss ini adalah amat popular dikalangan pelaut,lanun dan pedagang.Ini kerana ia sesuai untu pertempuran secara pantas dan berdepan kerana ia mampu mencederakan beberapa orang musuh dengan hanya satu tembakan dari jarak dekat.
Pemuras biasanya amat pendek, dengan laras kurang dari 60 cm (dua kaki), pada ketika laras senapang lantak biasanya melebihi 90 cm (tiga kaki) panjang.Satu sumber menggambarkan senjata dari awal hingga pertengahan abad ke-17, menyenaraikan panjang laras Terakul kancing roda (wheel lock) sekitar 28 cm (sebelas inci), berbanding 41 cm (enam belas inci) panjang bagi Pemuras.

*Betapa segaknya panglima Melayu menyandang Pemuras berkilat seperti ini.

Terakol atau Tarkul adalah antara senjata popular dikalangan pelaut,pedagang dan lanun-lanun Melayu.Tarkul pada awalnya menggunakan teknologi ‘wheel lock’ (kancing roda) di mana kemajuan teknologi ini membolehkan ia membakar serbuk bedil secara automatik tanpa memerlukan ‘fius’.Terakol berbentuk seperti pistol dan ia adalah perubahan bentuk dari Pemuras yang dikecilkan.Terakol digunakan di dalam peperangan Rajah,Datu dan Sultan-sultan di Filipina melawan Sepanyol,juga askar Brunei menentang Rajah Brooke.
Terakol juga digunakan di Patani dan Melaka.Dalam Perang Naning juga senjata ini digunakan.Sekitar tahun 1530,Terakol telah menjadi maju dengan penggunaan teknologi flintlock (kancing batu api) dan sejak itu ia lebih dikenali sebagai pistol di Barat.

*Istinggar
Istinggar (Bahasa Inggeris:musket) pada awalnya ialah sejenis senjata api jenis berat dengan penggunaan fius atau wheel lock.Kemudian ia menjadi sejenis senapang yang menggunakan teknologi flintlock (kancing batu api).Penggunaan flintlock ini meningkatkan kadar tembakan dan mengurangkan kos pembuatan senjata api.Mula diperkenalkan pada 1630 sebagai flintlock musket,istinggar dengan pantas menggantikan teknologi picu senjata api lebih awal,seperti mekanisme kancing sumbu (matchlock) dan kancing roda (wheel lock).
Istinggar juga kerap disebut di dalam hikayat-hikayat lama seperti Sulalatus Salatin (Sejarah Melayu) dan juga Hikayat Megat Terawis. Dalam Hikayat Megat Terawis, dikatakan bahawa Megat telah berjaya membunuh seorang hulubalang yang kebal dan hebat bernama Tun Saban.Tun Saban dikatakan sebagai seorang yang tidak lut kepada segala jenis senjata kecuali istinggar yang dibuat khas pelurunya.Istinggar yang digunakan untuk membunuh Tun Saban dikatakan adalah hadiah daripada ulama dari Hadra-maut kepada raja Pagar Ruyung.
Istinggar inilah yang dikumpulkan terlalu banyak di dalam kota Melaka oleh tentera-tentera Portugis.Istinggar juga digunakan oleh tentera Johor-Riau terutama ketika membantu Belanda menyerang Portugis.Istinggar juga digunakan oleh penduduk di Perak ketika menyerang Belanda yang membina loji-loji di Sungai Perak.

Rentaka,adalah sejenis meriam mudah alih,ringan dan kecil dari meriam biasa.Dalam Bahasa Inggeris,ia disebut Lantakas (gabungan Lela dan Rentaka).Rentaka adalah senjata khas orang Melayu,kerana mereka sendiri yang menciptanya,sebab itu orang Inggeris menyebutnya dengan Lantakas.Ini adalah sesuatu yang menarik kerana Rentaka adalah setanding dengan keris dan ia adalah senjata Melayu yang terkenal di dunia Barat.Rentaka inilah yang saya lihat di dalam filem tahun 80-an itu.
Kebiasaannya rentaka dibuat menggunakan tembaga atau besi dan berukuran diantara 50cm hinggalah 2 meter. Bagi yang berukuran lebih daripada 1 meter kebiasaannya ia di panggil Lela dan ada yang dipanggil sebagai ekor Lotong kerana mempunyai pelaras yang panjang dan lentik seperti ekor Lotong. Bangsa penjajah pertama yang merasa penangan rentaka ialah Sepanyol. Mereka menggelarnya sebagai arquebuses, portable cannons or swivel gun yakni meriam mudah alih. Berbanding dengan meriam biasa, rentaka kebiasaanya mempunyai hiasan yang lebih terperinci dan cantik seperti ukiran awan larat,naga,buaya,cicak,ikan lelumba malahan turut diukirkan corak pucuk rebung.

Apa yang unik mengenai senjata ini ialah ianya adalah sebuah meriam mudah alih yang pertama didunia. Rentaka mempunyai mekanisme yang membolehkan ianya dipusing-pusingkan keatas dan kebawah serta boleh dipikul dan dipacakkan di kota, tanah atau belebas kapal dan perahu. Hal ini amat berbeza dengan meriam barat yang sedia di ketahui adalah amat berat dan tidak mudah dialihkan. Ciri mudah alih Rentaka juga menyebabkan bidikannya lebih mudah untuk kena pada sasaran.
Pahlawan Moro adalah diantara pahlawan rumpun Melayu yang dikatakan sebagai pembuat rentaka yang terbaik . Orang Moro telah menggunakan rentaka sebagai senjata api utama ketika diserang oleh Sepanyol dan ketika mereka menyerang kapal-kapal Sepanyol. Tentera Sepanyol dikatakan amat takut dengan senjata tersebut kerana diantara banyak-banyak senjata, rentaka adalah salah satu senjata yang menyebabkan kematian dan kerugian terbesar bagi pihak mereka. Selain daripada orang Moro, Kerajaan Brunei juga dikenali umum di kalangan para pedagang dan penjajah sebagai pengeluar rentaka terbanyak dan terbaik di Alam Melayu. kebanyakan daripada rentaka yang ada di Muzium di seluruh dunia sekarang ini adalah berasal dari Brunei kalau tidak Filipina. Di Semenanjung, Jawa dan Sumatera, penggunaan rentaka adalah kurang terutama setelah kejatuhan Kesultanan Melayu Melaka.
Kehebatan senjata api buatan bangsa Melayu ini menjadi buah mulut dan kekaguman para penjajah barat seperti Portugis, Sepanyol dan Belanda sehinggakan mereka telah meniru teknologi pembuatan rentaka bagi melengkapkan persenjataan mereka. Sehingga abad ke 18 dikatakan penghasilan rentaka di Alam Melayu semakin berkurangan malahan negara yang mengeluarkan rentaka terbaik dan terbanyak adalah negara Belanda.

*Meriam Seri Patani yang diletakkan dihadapan bangunan Kementerian Pertahanan Thailand
  • Meriam mempunyai sejarah yang panjang,terahsia dan digelapkan dalam sejarah Melayu.Meriam digunakan di tembok-tembok kota Melaka.Meriam digunakan di semasa peperangan melawan penjajah di Selangor.Meriam digunakan di Pasir Salak.Meriam digunakan di Singgora melawan Thai dan Inggeris dan Belanda.Meriam adalah cukup sinonim dengan seni peperangan Melayu.Jika Brunei dan Sulu terkenal mengeluarkan Rentaka (meriam mudah alih) terbaik,maka Patani pula adalah pengeluar meriam paling terbaik di Asia Tenggara suatu ketika dahulu.
  • Sebelum kemunculan meriam,pada awalnya teknologi artileri atau bedilan ini diperkenalkan oleh orang-orang Cina.Kemudian meriam diperkenalkan oleh Empayar Turki Uthmaniyyah,yang juga merupakan pembuat meriam yang menggerunkan seluruh Eropah ketika itu.Kemudian pedagang Belanda pula memperkenalkannya.
  • Meriam yang paling terkenal dalam masyarakat Melayu ialah Seri Nagara,Seri Patani dan Mahalela.Dan meriam Seri Nagara dan Seri Patani ini adalah meriam yang terbesar di Asia Tenggara!Menariknya bukan orang lain yang membuat dan memilikinya,tetapi orang Melayu juga!
  • Meriam-meriam ini adalah milik Kerajaan Patani.Sebagai tindak balas berikutan khabar angin akan serangan Siam ke atas Patani, Raja Kerajaan Melayu Pattani pada waktu itu iaitu Raja Biru (1616-1624) telah menugaskan seorang lelaki Cina-Islam yang bernama Tok Kayan (Lim To Khiam) untuk mengetuai pembinaan meriam-meriam kerajaan. Tiga buah meriam telah dibina iaitu Sri Patani, Sri Nagara dan Mahalela. Sri Patani dan Sri Nagara mempunyai saiz yang sama manakala Mahalela pula lebih kecil iaitu hanya sepanjang 5 hasta 1 jengkal. Meriam-meriam ini telah berjaya menyekat empat kali serangan Siam ke atas Patani iaitu pada tahun 1603, 1632, 1634 dan 1638.
  • Selepas kejatuhan Ayutthaya pada 1767, kerajaan Patani di bawah pemerintahan Sultan Muhammad (1776-1786) telah cuba untuk membebaskan diri daripada ancaman Thai (yang telah mengalahkan kerajaan Ayutthaya). Bagaimanapun, pada 1785 pasukan tentera Thai di bawah kepimpinanan Panglima Phraya Kalahum telah berjaya menewaskan Patani. Dua buah meriam besar iaitu Sri Patani dan Sri Nagara telah diambil sebagai rampasan perang, bagaimanapun Sri Nagara telah jatuh ke dalam laut di Kuala Patani semasa hendak dipindahkan ke dalam kapal. Meriam Mahalela pula telah hilang tanpa dapat dikesan.
  • Selepas kejatuhan Ayutthaya pada 1767, kerajaan Patani di bawah pemerintahan Sultan Muhammad (1776-1786) telah cuba untuk membebaskan diri daripada ancaman Thai (yang telah mengalahkan kerajaan Ayutthaya). Bagaimanapun, pada 1785 pasukan tentera Thai di bawah kepimpinanan Panglima Phraya Kalahum telah berjaya menewaskan Patani. Dua buah meriam besar iaitu Sri Patani dan Sri Nagara telah diambil sebagai rampasan perang, bagaimanapun Sri Nagara telah jatuh ke dalam laut di Kuala Patani semasa hendak dipindahkan ke dalam kapal. Meriam Mahalela pula telah hilang tanpa dapat dikesan.
  • Meriam-meriam Melayu boleh dilihat juga di Kota Melawati dan Pasir Salak pada hari ini.
*petikan gambar filem langkasuka, dalam filem ini bukti yang menunjukkan senjata api  sudah digunakan oleh orang melayu sejak zaman kesultanan lagi. Dalam filem ini juga menunjukkan yang putera pahang yang pakar dalam menembak menggunakan terakol atau lebih dikenali sebagai pistol. Di sini amatlah sedih sekali kerana orang melayu pada zaman kini tidak dapat mengunkapkan sejarah2 hebat orang melayu ini ke layar perak malah diambil kesempatan oleh pembikin filem dari thailand. jika dilihat pada babak2 filem itu prob2 dan ketamadun yang ditonjolkan dalam filem itu sudah dikaji dengan lebih terperinci dan apa yang ditunjukkan adalah ketamadunan sebenar orang melayu bukan hanya keris dan lembing.

*pengawal2 istana yang menggunakan istinggar

*putera pahang yang pakar dalam menembak.

*putera pahang yang menembak menggunakan terakol.
jangan berpandukan filem ini jika mahu mengkaji SECARA MENDALAM sejarah Patani.Ini filem Thai dan nama ‘Langkasuka’ itu pun tidak tepat.Asalnya penerbit mahu meletakkan nama ‘Queen of Patani’ namun dibantah oleh pihak berkaitan kerana tidak mahu mencetuskan sensitiviti dengan apa yang berlaku di Selatan Thai.Jadi diletakkan ‘Langkasuka’ padahal Langkasuka dan Patani adalah dua kerajaan berbeza.’Lanun’ dalam cerita ini hanyalah fantasi kerana dalam sejarah ketika pemerintahan Ratu Biru,kerajaan Patani diserang oleh Thai,bukannya lanun-lanun Melayu,Jawa dan Jepun seperti dalam filem ini.Dan tiada pula kerabat diraja yang membelot sebenarnya,ia cuma ‘rempah-ratus’ dalam membuat filem itu lebih sensasi.
Fakta sejarah sebenarnya,ketika itu Patani berperang dengan Thai dan seorang Cina Muslim,Lim To Khiam diarahkan oleh Ratu Patani untuk mengetuai tukang-tukang meriam Patani menyiapkan meriam besar.Penglibatan orang Belanda itu hanyalah sensasi sahaja padahal Thai pernah bekerjasama dengan orang-orang Eropah yang tamak ini untuk menjajah Patani.
Saya hanya sarankan untuk MEMBAYANGKAN suasana meriam-meriam Melayu ini beraksi dengan menonton filem ini,bukannya menjadikan filem itu sebagai rujukan sejarah Patani.

  • Setelah mengetahui fakta sejarah yang digelapkan dari pengetahuan kita ini,adakah kita masih berfikir nenek moyang kita berperang menggunakan sumpit,lembing dan keris?JIka nenek moyang kita berperang dengan senjata-senjata itu sahaja,alamat kita sekarang bukanlah duduk di Malaysia,tetapi di sebuah negeri Inggeris lain,seperti Australia.SEbab orang-orang Melayu mempunyai senjata-senjata beginilah mereka mampu mempertahankan takhta raja-raja mereka dan sedikit sebanyak mengawal tindak tanduk penjajah yang ganas dan tamak.Bayangkan betapa gigih nenek moyang kita dahulu memikul rentaka,membawa Pemuras di samping parang dan keris,menentang ketamakan dan kebuasan penjajah.Jika nenek moyang kita dahulu lembik tidak berjuang mempertahankan tanah air,mungkin hari ini kita akan menjadi seperti Red Indian atau aborigine Australia.Inggeris walaupun buas dan kejam,namun masih menjaga ‘standard’ mereka cuba menghormati perjuangan orang-orang Melayu mempertahankan warisan.Mereka cuba mengawal alter amuk para musketeers (ahli senjata api) dan gunners (ahli meriam) Melayu dengan cuba meletakkan para residen mereka terlebih dahulu di setiap negeri Melayu.Apa salahnya Inggeris membawa balatenteranya meranapkan takhta-takhta raja-raja Melayu ini terus atau menghalau mereka sepertimana mereka menumbangkan raja-raja Tamil,Hindi dan Maharaja Moghul di India.Sultan Abdullah memang dibuang ke Pulau Seychelles,namun yang peliknya Inggeris berusaha mengadakan raja baru di Perak dengan membiarkan institusi beraja Perak menabalkan pengganti Sultan Abdullah.Pelikkan?Apa salahnya Inggeris melantik sahaja Hugh Low menjadi ‘Rajah Perak’ sebagaimana James Brooke menjadi Rajah Sarawak.Biar warisan raja-raja Perak hancur sebagaimana mereka berjaya menghancurkan dinasti raja China dan India.Tetapi ini tidak berlaku.Bukan sahaja orang Melayu,malah ‘Mat Salleh’ pun berdegil ‘mempertahankan’ takhta raja-raja Melayu.Lucu dan aneh.Sebenarnya jika kita bersemangat mempertahankan warisan budaya kita sendiri,orang lain pun akan segan dan hormat pada kita.Seperti juga hari ini,jika kita acuh tak acuh dengan warisan kita sendiri,sebagai contoh Tulisan Jawi,Cina Komunis pun tidak segan silu mahu membuang tulisan Jawi dari papan-papan tanda jalan.Jika kita sendiri tidak berusaha mengambil berat diri kita sendiri,siapa lagi hendak diharapkan menjaga segala warisan dan identiti bahkan pegangan agama kita sendiri??Orang asing??
  • SEbagai kesimpulannya,dengan pendedahan ini yakinlah kita bahawa orang Melayu adalah bukanlah bangsa yang lemah dan hanya mengenal keris dan tombak sahaja malah pandai menggunakan meriam dan membuatnya juga!Orang Melayu juga biasa menggunakan musket (Istinggar) dan pistol (Terakol).
 Petikan Di ambil dari : kiflionly
(http://kiflionly.wordpress.com/2010/01/31/senjata-terahsia-zaman-ksultanan-melayu/)

Batu zamrud sudah dipotong terbesar dunia dilelong

REGAN REANEY melihat batu zamrud Teodara di Rumah Lelongan Western Star, Kelowna, British Columbia kelmarin.


KELOWNA, British Columbia – Seketul batu zamrud yang seberat 11.5 kilogram (kg) dan bernama Teodara akan dilelong pada minggu ini.
Batu zamrud yang bersamaan dengan berat 57,500 karat itu ditemui di sebuah lombong di Brazil dan telah dipotong menjadi seperti bentuk buah tembikai di India.
Ia akan dilelong di sini, Kanada pada hari ini.
Batu zamrud tersebut dijangka dilelong di antara AS$2 juta (RM6.07 juta) dan AS$2.5 juta (RM7.59 juta).
Selepas dipotong, ia menjadi milik seorang pemborong Regan Reaney yang membelinya pada 13 Januari lalu.
Sejumlah orang melihat batu zamrud itu semasa ia dipamerkan di Rumah Lelongan Western Star di sini. – Agensi

Pencak silat antarabangsa 2013

Sekarang masih berlansung pertandingan pencak silat antarabangsa 2013 siri ke 4 dari 15-20 september,seramai 800 peserta akan bertanding.jom beri sokongan.berlansung di 
dataran pahlawan megamall
Melaka
 sama-samalah kita memperkasakan warisan budaya jiwa bangsa
Add caption

jika kesini singgah-singgah ler! kedai hamba
CARDOVA CREATIVE
 LOT C 24
 DATARAN PAHLAWAN MELAKA MEGAMALL ,
 75000 BANDAR HILIR, MELAKA
 Tel : 06- 2845553 HP : 013-2665553 
  Email :cardova_creative@yahoo.com.my 
Promosi khas hanya untuk peserta dan ahli pencak silat antarabangsa sahaja  diskaun 50%
untuk semua item dari 15-20 september sahaja

Ku Sangka Orang Gila

Pagi tadi lebih kurang pukul 10.30 aku singgah sarapan di bazar batu buruk sementara menunggu interview di steten minyak kerana sudah tiada kerja di Terengganu yang menggunakan Ijazah aku ini. Sewaktu makan, mata ni terpandang seorang pakcik yang “lusuh ” karekternya.. Bau busuk, baju koyak, pakai kain pelikat singkat, tak beralas kaki, tapi berkopiah.

Duduk bersandar di tiang bazar dekat dengan kerusi aku. Terdetik dalam hati, apa pakcik ni kelaparan. Orang gila pun lapar, masih tetap manusia. Aku pesan satu lagi nasi minyak. Pesanan aku sampai ke meja. Terus aku beri pada pakcik tadi. Tuan kedai terkejut dan mengangkat tangan melambai seolah2 memanggilku. Aku pun balas tunggu skejap.

Pakcik tadi tenung aku sambil berkata “pakcik dah makan nak.. terima kasih nak..” Dalam hati terdetik sungguh indah bahasa pakcik yang ku sangka gila tadi. Aku bangun dengan kecewa kerana pesanan aku tidak dijamah oleh pakcik. Lalu aku pergi kepada tuan kedai yang memanggil ku tadi.

Ada apa pakcik? Pakcik kedai balas: Jangan bagi dan suruh dia makan kat sini, nanti customer pakcik lari. Aku tersentap. Dan spontan aku membalas. “Jika orang ini ayah kandung pakcik, pakcik halau tak dia?” Pakcik tu diam. Takpe pakcik, saya akan bayar ansuran kalo pakcik rugi hari ni. Saya nak tanya, betul ke pakcik td tu sudah makan? Pakcik kedai jawab, tidak. Dari mula pakcik buka kedai pukul 6.30 tadi pakcik kopiah tu duduk kat tiang tu.

Dalam hati kecil ni cakap, tak pernah aku jumpa pakcik gila semulia ini. Tidak mengemis, tidak pula meminta. Aku pegi semula pada pakcik kopiah tu. “Pakcik, saya sunyi makan sorang2, pakcik teman saya makan jom.” Pakcik tu akur dengan pelawaan aku kerana kesungguhan aku. Ramai yang beralih meja kerana bau pakcik tu, namun kerana ingin menjaga hati orang tua yang aku tak kenal, aku tahan bau itu.

Lega tengok pakcik tu makan dengan sangat sopan. Aku lontarkan beberapa soalan pada pakcik tu. Pakcik dari mana, tinggal dimana? Pakcik tu jawab. Pakcik merantau cari redha Allah. Aku terkejut. Dalam hati aku dah syak bukan2. Kot2 wali ke ni? Mana keluarga pakcik?
Pakcik dibuang oleh keluarga pakcik kerana sekeping geran tanah. Kenapa pakcik? Apa masalahnya? Pakcik sedekahkan geran itu untuk seseorang untuk dibangunkan pondok2 mengaji. Keluarga pakcik terus buang pakcik. Allah…

Pakcik tinggal dimana? Pakcik tu diam tak menjawab. Masa terlalu singkat untuk aku menyambung urusan kerja. Aku panggil pakcik kedai untuk kira. Semuanya berharga RM 11.60. Aku celup dompet aku, dan aku lupa yang aku hanya bawa RM 5.00. Aduh…. Pakcik tu nampak raut wajah muka aku seolah2 melihat masalah dalam dompetku. Pakcik tu mencelah. Nak, ambil duit ni, pakcik bayarkan.

Nak tau ape? pakcik keluarkan satu sampul surat sebagai dompet dia (macam dompet TGNA), dalam tu duit seratus setebal setengah inci, dan satu kad BSN dan i.c lama (pakcik tu bekas tentera laut).. Satu kedai dia bayarkan. Allah.. Satu kedai hairan apabila pakcik kedai tu announce yang makanan semua sudah dibayarkan oleh pakcik kopiah tadi. Masing2 semua pandang aku dan pakcik kopiah. Dengan tiba2 pakcik kopiah angkat tangan dan berdoa dengan suara yang agak sederhana kuat, aku pun turut angkat sama. Dan paling terharu apabila aku dengar suara “amin…..” dengan suara yang ramai. Bila aku berpaling ke belakang, satu kedai mengangkat tangan bersama pakcik kopiah tu.. Ada yang bangun mendekati kami berdoa dekat2.

Terasa sangat gemuruh dan terharu dengan keperibadian orang yang ku sangka gila ini rupanya seorang guru agama!! Ada yang menangis kerana doa oleh sang guru itu sungguh merdu.. Kecoh seketika.. Selesai berdoa, aku bersalam dengan pakcik tadi dan ucap terima kasih dengan harapan dapat jumpa lagi. Aku terus berjalan ke motor aku. Aku berpaling ke belakang, semakin ramai yang berkerumun pada pakcik tadi. Aku senyum tanda puas bahawa orang sekeliling mula mendekati pakcik. Aku buka semula dompet aku kerana aku simpan kunci motor dalam tu.

Nak tau apa? Aku terkejut kerana ada 2 keping duit seratus dan satu nota kecil yang bertulis: “Ambil duit ni buat beli susu anak dan buah delima untuk orang rumah anak yang mengidam..” Aku terkaku, dan terus pandang ke arah tempat pakcik tadi. Beliau sudah tiada disitu. Aku terus pakai helmet dan tutup pemuka helmet. Aku menangis kerana terharu dan sangat bersyukur. Bagaimana dia tahu aku dalam kesusahan…
Ya Allah.. Kau peliharakanlah pakcik itu..

(Copy pasted – Warta Dari Hati)


***Gambar hiasan semata-mata..

 

Sebarkan.. Seburuk mana pun luaran seseorang jangan sesekali menghina kerana siapa tahu dia lebih mulia dari kita di sisi Allah swt..

KESUFIAN RAJA MUZAFFAR SHAH

Suatu hari Raja Muzaffar yang masih kanak-kanak bertanya kepada Bondanya tentang ALLAH.

“Bonda… dimana ALLAH dan bolehkah Anakanda melihatNya?”

“Oh… ALLAH itu di Arasy wahai Anakanda dan Anakanda tidak dapat melihatNya kerana ALLAH berada nun jauh diatas 7 petala langit. Sedangkan langit kedua pun manusia tidak nampak bagaimana hal keadaanNya lantas bagaimana mungkin Anakanda akan dapat melihat ALLAH yang berada di Arasy yang terletak lebih atas dan jauh daripada 7 petala langit?”

“Oh begitu… bagaimana dengan dalilnya Bonda?”

Dalilnya begini… “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah ALLAH Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy untuk mengatur segala urusan… dari Surah Yunus ayat ke 3.”

Maka giranglah hati Raja Muzaffar kerana telah mendapat jawapan daripada persoalan yang selama ini sentiasa semak difikirannya. Masa pun berlalu… hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun, maka telah remajalah Raja Muzaffar.

Suatu hari Raja Muzaffar diperintahkan Ayahandanya supaya belajar ilmu-ilmu agama dari Syeikh Abdullah selaku Mufti di Negeri Ayahandanya itu. Maka tidak sabar-sabarnya lagi Raja Muzaffar mahu berguru dengan Syeikh Abdullah sementelah pelajaran agama adalah yang paling diminatinya.

Suatu hari sambil duduk-duduk santai dengan Syeikh Abdullah tiba-tiba Raja Muzaffar ditanyai oleh Syeikh Abdullah dengan dua persoalan yang tidak asing baginya.

“Wahai Anakanda Putera Raja… dimana ALLAH dan bolehkah Anakanda Putera Raja melihatNya?”

Sambil tersenyum Raja Muzaffar menjawab sebagaimana yang telah diajarkan Bondanya dahulu… “ALLAH itu di Arasy wahai Syeikh Guru dan Beta tidak boleh melihatNya kerana ALLAH berada nun jauh diatas 7 petala langit.”

Tersenyum kecil Syeikh Abdullah mendengar jawapan muridnya itu dan sejenak selepas menghela nafasnya Syeikh Abdullah lalu bersuara…. “Begini Anakanda Putera Raja… ALLAH itu bukannya makhluk seperti kita lantaran itu ALLAH tidak seperti kita. Apa sahaja hukum yang terjadi pada makhluk tidak berlaku seperti itu atas ALLAH. Oleh itu ALLAH tidak bertempat kerana bertempat itu hukum bagi makhluk.”

“Lantas dimana ALLAH itu wahai Syeikh Guru?”

“ALLAH itu tidak bertempat kerana Dia bersifat qiammuhu binafsihi yang bermaksud ALLAH tidak berhajat pada sesuatu zat lain untuk ditempati. Jika kita mengatakan ALLAH berhajat pada sesuatu zat lain untuk ditempati maka ketika itu kita telah menyerupakan ALLAH dengan keadaan makhluk. Ketahuilah, ALLAH tidak serupa dengan makhluk berdasarkan kepada dalil dari Surah Asy-Syura ayat ke 11 yang bermaksud “Dia tidak menyerupai segala sesuatu.” ALLAH tidak berdiam di Arasy kerana Arasy itu adalah makhluk. Bagaimana mungkin makhluk dapat menanggung Zat ALLAH sedang bukit dihadapan Nabi Musa pun hancur kerana tidak dapat menanggung pentajalian ALLAH.”

Raja Muzaffar mengangguk-anggukkan kepalanya tanda faham.

Kemudian Syeikh Abdullah menambah… “Berkenaan tentang Anakanda Putera Raja tidak boleh melihat ALLAH itu adalah betul namun bukanlah kerana ALLAH itu jauh maka Anakanda Putera Raja tidak boleh melihatNya.”

“Jika bukan begitu lantas bagaimana Syeikh Guru?” Tanya Raja Muzaffar beria-ia ingin tahu.

“Sebenarnya kita tidak dapat melihat ALLAH bukanlah kerana asbab jarak tetapi kerana keterbatasan kemampuan penglihatan matamanusia yang tidak mampu melihat ZatNya. Ini bersesuai dengan firman ALLAH yang bermaksud “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedangkan Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui… dari Surah Al-An’am ayat 103.”

Terdiam Raja Muzaffar mendengar hujah Gurunya itu. Barulah beliau sedar bahawa apa yang menjadi pegangannya selama hari ini adalah salah. Pegangan yang mengatakan bahawa ALLAH itu diArasy dan ALLAH tidak boleh dilihat kerana asbab jarak adalah satu kesilapan.

Huraian daripada Gurunya melalui ilmu Kalam membuatkan Raja Muzaffar begitu kagum dengan kekuasaan akal yang dapat menghuraikan segala-galanya tentang Tuhan. Bermula dari hari tu Raja Muzaffar berpegang dengan hujah gurunya bahawa ALLAH itu tidak bertempat dan manusia tidak boleh melihat ALLAH kerana keterbatasan kemampuan penglihatan mata manusia. Akhirnya dengan berkat ketekunan dan kesungguhan, Raja Muzaffar telah berjaya menguasai ilmu-ilmu ketuhanan menurut peraturan ilmu kalam sebagaimana yang diajarkan oleh Syeikh Abdullah hingga mahir.

Masa terus berjalan dan kini Raja Muzaffar telah dewasa. Oleh kerana begitu minatnya yang mendalam tentang ilmu-ilmu ketuhanan maka beliau meminta izin daripada ayahandanya untuk menperdalamkan lagi ilmu pengetahuannya dengan belajar dari guru-guru yang berada diluar istana sementelah Syeikh Abdullah telah meninggal dunia.

Ayahandanya memberi izin lalu tanpa berlengah Raja Muzaffar menemui sahabat-sahabat sealiran Almarhum Syeikh Gurunya untuk melanjutkan pelajaran. Raja Muzaffar mempunyai sikap yang pelik. Saban hari apabila beliau melalui pekan-pekan kecil untuk sampai ke rumah guru-gurunya, beliau akan bertanya kepada setiap orang yang ditemuinya dengan soalan yang pernah ditanya kepada bondanya iaitu dimana ALLAH dan bolehkah manusia melihatNya?

Bagi sesiapa yang menjawab soalannya itu sebagaimana yang pernah dijawab oleh bondanya maka beliau akan membetulkan kefahaman orang itu dengan hujah Almarhum Gurunya Syeikh Abdullah. Jika orang itu tidak mahu tunduk dengan hujahnya maka orang itu akan dipukulnya sebelum diusir dari negerinya itu.

Begitulah sikap Raja Muzaffar setiap hari sehingga pada suatu hari beliau bertemu dengan seorang tua yang sedang bertungkus-lumus menyediakan air minuman untuk diberi minum kepada orang yang lalu-lalang disebuah pekan tanpa mengambil sebarang upah.

Melihat kelakuan pelik orang tua itu lantas Raja Muzaffar mendekatinya. “Hei orang Tua… mengapa kamu tidak mengambil upah atas usahamu itu?” Tanya Raja Muzaffar tegas.

Orang Tua yang sedari tadi begitu khusyuk mengagih-agihkan minumannya itu terkejut dengan pertanyaan Raja Muzaffar lalu meminta Raja Muzaffar memperkenalkan dirinya.

“Siapakah Tuan ini?” Tanya si Tua.

“Beta adalah Putera Raja negeri ini.” Jawab Raja Muzaffar tegas.

“Oh kalau begitu Tuan ini tentu Raja Muzaffar yang terkenal dengan ketinggian ilmu ketuhanan itu. Tapi sayang, Tuan hanya tahu ilmu tentang ALLAH tetapi Tuan sendiri belum mengenal ALLAH. Jika Tuan telah mengenal ALLAH sudah pasti tuan tidak akan bertanya kepada saya soalan Tuan tadi.”

Terkebil-kebil mata Raja Muzaffar mendengar kata-kata si Tua itu. Hatinya terpesona dengan ungkapan ‘mengenal ALLAH’ yang diucapkan orang tua itu.

Lantas beliau bertanya kepada orang tua itu. “Kemudian apa bezanya antara ‘tahu’ dengan ‘kenal’?”

Dengan tenang si Tua itu menjawab… “Ibarat seseorang yang datang kepada Tuan lantas menceritakan kepada Tuan tentang ciri-ciri buah nangka tanpa menunjukkan zat buah nangka, maka ini mertabat ‘tahu’ kerana ianya hanya sekadar maklumat dan orang yang berada pada mertabat ini mungkin akan menyangka bahawa buah cempedak itu adalah nangka kerana ciri-cirinya seakan sama. Berbanding seseorang yang datang kepada Tuan lantas menghulurkan sebiji buah nangka, maka ini mertabat ‘kenal’ kerana zatnya terus dapat ditangkap dengan penglihatan mata dan orang yang berada pada mertabat ini pasti dapat mengenal mana cempedak dan mana nangka dengan tepat.”

Raja Muzaffar mendengar dengan teliti huraian si Tua itu. Diam-diam, hatinya membenarkan apa yang diperkatakan si Tua itu. Kemudian terlintas dihatinya untuk bertanyakan soalan yang lazim ditanyanya kepada orang ramai.

“Kalau begitu wahai orang Tua silalah jawab persoalan Beta ini… dimana ALLAH dan bolehkah manusia melihatNya?”

“ALLAH berada dimana-mana sahaja dan manusia boleh melihatNya.” Jawab si Tua dengan tenang.

Tercengang Raja Muzaffar mendengar jawapan orang tua itu. Seketika kemudian terus saja orang Tua itu dipukulnya sehingga jatuh tersungkur. Melihat orang Tua itu tidak cuba mengelak pukulannya bahkan langsung tidak menunjukkan reaksi takut maka Raja Muzaffar pun lantas bertanya… “Kenapa kamu tidak mengelak pukulan beta wahai orang Tua?”

“Bukankah tadi sudah hamba bilang… Tuan ini hanya orang yang tahu tentang ALLAH tetapi bukannya orang yang benar-benar mengenal ALLAH.”

Terdiam Raja Muzaffar mendengar kata-kata si Tua itu. Kemudian beliau menenangkan dirinya lantas bersegera duduk diatas tanah dihadapan orang Tua itu.

“Baiklah orang Tua… Silalah huraikan jawapan kamu tadi sebab Beta berpegang bahawa ALLAH itu tidak bertempat dan manusia tidak boleh melihat ALLAH.”

“ALLAH itu tidak bertempat adalah menurut pandangan hukum akal sahaja sedang pada hakikatnya tidak begitu.” Ujar orang Tua itu sambil mengesat bucu bibirnya yang berdarah.

Kemudian beliau menyambung… “Bukankah ALLAH itu wujudNya Esa?”

“Benar.” Jawab Raja Muzaffar.

“Jika ALLAH itu wujudNya Esa maka sudah barang tentu tidak ada wujud sesuatu bersertaNya.”

“Benar.” Jawab Raja Muzaffar.

“Lantas bagaimanakah kedudukan wujud alam ini jika ALLAH itu diyakini wujud tanpa ada selain zat yang wujud bersertaNya dengan pandangan mata hati?”

Raja Muzaffar memejamkan matanya rapat-rapat lantas dikerahkan pandangan mata hatinya untuk memahami persoalan yang ditanyai orang Tua itu. Tiba-tiba akalnya dapat menangkap dan memahami hakikat alam ini jika ianya merujuk kepada ruang lingkup keesaan wujud ALLAH. Lantas beliau membuat satu kesimpulan… “Jika dipandang dari sudut Esanya wujud ALLAH maka alam ini tidak lain melainkan diriNya sendiri… Tiba-tiba sahaja perkataan itu terpacul keluar dari bibirnya. Terkebil-kebil matanya apabila mendengar ucapannya sendiri.

Maka lidahnya kelu dan akalnya lumpuh. Terkejut… tergamam… terkedu… “Jadi kalau begitu ketika Tuan memandang alam ini, siapa yang Tuan pandang pada hakikatnya?”

Pantas soalan itu diajukan kepada Raja Muzaffar. “Pada hakikatnya Beta memandang ALLAH…”

“Nah kalau begitu bukankah ALLAH ada berfirman yang bermaksud “Dimana sahaja kamu menghadap, disitulah wajah ALLAH” dari Surah Al-Baqarah ayat ke 115 dan dalam Surah Al-Hadiid ayat ke 3 yang bermaksud “Dialah yang awal, yang akhir, yang zahir dan yang batin.”

Kemudian orang Tua itu bertanya lagi… “Dan sekarang dapat atau tidak Tuan melihat ALLAH ketika ini”

“Ya.. Beta menyaksikan dengan ainul basyirah.”

Perlahan-lahan berjujuran air mata dari bucu mata Raja Muzaffar. Beliau menahan sebak kerana sekarang beliau sudah faham kenapa orang tua itu tidak mengambil upah atas usahanya dan tidak mengelak ketika dipukul. Semuanya kerana yang dipandangnya adalah pentajallian ALLAH. Dalam hati
perlahan-lahan beliau berkata… “Memang benar sesungguhnya pada sudut ini, ALLAH berada dimana-mana sahaja dan manusia boleh melihat ALLAH.”

“Makanya wahai Putera Raja.. inilah yang dinamai sebagai ilmu hakikat.”

Semenjak hari itu, Raja Muzaffar terus mendampingi orang tua itu untuk mempelajari lebih dalam selok-belok ilmu hakikat hingga diangkat beliau oleh gurunya menduduki kedudukan Syeikh ilmu hakikat. Demi memahami ilmu-ilmu hakikat yang halus-halus Raja Muzaffar telah menjadi seorang ahli ibadah yang alim-mualim. Beliau tidak lagi berpegang dengan fahaman Almarhum Gurunya iaitu Syeikh Abdullah kerana baginya jalan yang boleh membuatkan seseorang itu dapat mengenal ALLAH dengan haqqul yaqin ialah dengan ilmu hakikat. Beliau telah mengenepikan duduk didalam peraturan hukum akal sama sekali dan mulai duduk didalam peraturan musyahadah. Bagi beliau, ilmu kalam yang dituntutnya selama ini adalah semata-mata salah.

Setelah kemangkatan Ayahandanya maka Raja Muzaffar ditabalkan menjadi Sultan dinegerinya dan sekarang beliau menyandang gelaran Sultan Muzaffar Shah pada usia 50 tahun.

Beliau memerintah negerinya dengan adil dan saksama namun sikap ganjilnya yang dahulu masih diteruskannya. Dimana sahaja beliau pergi beliau tetap akan bertanyakan soalannya yang lazim itu.

Jika orang yang ditanya tidak dapat menjawab maka akan diajarkan jawabannya menurut ilmu hakikat dan jika orang itu membangkang akan dihukum bunuh.

Akhirnya kelaziman Sultan Muzaffar Syah ini membuatkan seluruh rakyat jelatanya menganut fahaman hakikat. Justeru itu rakyat jelata dinegerinya hidup aman dan makmur.

Suatu petang Sultan Muzaffar Syah yang terkenal sebagai Mursyid ilmu hakikat itu berjalan-jalan disebuah padang rumput yang luas dengan ditemani para pembesar istana.

Pandangannya tertarik pada gelagat seorang pemuda pengembala kambing dalam lingkungan usia 30an yang sedang berusaha menghalau seekor serigala yang cuba memakan kambing gembalaannya.

Baginda mendatangi pemuda gembala itu. Kelihatan pemuda itu hanya memakai pakaian yang diperbuat daripada guni dan tidak mempunyai kasut sebagai alas kaki. Rambutnya kering berdebu, bibirnya kering dan badannya kurus.

“Wahai pemuda… kenapa kamu menghalau serigala itu dari memakan kambing itu, tidakkah kamu menyaksikan hakikat serigala itu? Maka biarkan sahaja ALLAH bertindak menurut kemahuanNya.”

Mendengar kata-kata Sultan Muzaffar Syah itu sekonyong-konyong pemuda gembala itu lantas menggenggam pasir lalu dilemparkannya pasir itu ke muka Sultan Muzaffar Syah. Kemudian pemuda gembala itu membongkok lagi untuk kali kedua mengambil segenggam pasir lalu dilemparkan sekali lagi ke muka Sultan Muzaffar Syah.

Sultan Muzaffar Syah hanya tercegat sahaja mungkin terkejut dengan tindakkan pemuda gembala itu. Pemuda gembala itu terus mahu mengambil segenggam pasir lagi dan melihat itu seorang pembesar istana yang berada disitu terus memukul pemuda gembala itu hingga beliau jatuh pengsan.

Apabila sedar dari pengsan, pemuda gembala itu mendapati tangan dan lehernya telah dipasung dengan pasungan kayu didalam sebuah penjara. Tidak lama kemudian datang dua orang pengawal istana dengan kasar merenggut rantai besi yang terikat dibadannya dan dibawa ke suatu tempat yang amat asing baginya. Tidak lama berjalan akhirnya mereka sampai dihadapan singgahsana Sultan Muzaffar Syah.

“Mengapa kamu melempari muka Beta dengan pasir?” Tenang sahaja pertanyaan Sultan Muzaffar Syah.

“Kerana Tuanku mengatakan bahawa serigala itu adalah ALLAH yakni Tuhan saya.

“Bukankah hakikat serigala itu sememangnya begitu?” Tanya Sultan Muzaffar Syah hairan.

“Nampaknya dakwaan tuanku ini menunjukkan seorang yang mengenal ALLAH adalah kebohongan semata-mata.”

“Kenapa kamu berkata begitu?”

“Sebab orang yang sudah sempurna mengenal ALLAH pasti merindui untuk bertemu menemui ALLAH.”

Setelah 30 tahun baru hari ini hati Sultan Muzaffar Syah terpesona lagi apabila mendengar ungkapan ‘bertemu menemui ALLAH’ yang diucapkan oleh pemuda gembala itu.

Dahulu hatinya pernah terpesona dengan ungkapan ‘mengenal ALLAH’. Sejurus itu juga Sultan Muzaffar Syah memerintahkan agar pasung kayu yang dikenakan pada pemuda gembala itu ditanggalkan.

“Lantas apa utamanya ‘bertemu’ berbanding ‘kenal’?” Tanya Sultan Muzaffar Syah.

“Adakah Tuanku mengenali sifat-sifat Rasulullah?” Tanya pemuda gembala itu tiba-tiba…

“Ya… Beta kenal akan sifat-sifat Rasulullah.”

“Lantas apa keinginan Tuanku terhadap Rasulullah?”

“Semestinyalah Beta mahu dan rindu untuk menemuinya kerana baginda adalah kekasih ALLAH!”

“Nah begitulah… orang yang sempurna pengenalannya terhadap sesuatu pasti terbit rasa ingin bertemu dengan sesuatu yang telah dikenalinya itu dan bukannya hanya sekadar berputar-putar didaerah ‘mengenal’ semata-mata.”

Tiba-tiba sahaja Sultan Muzaffar Shah berteriak kuat dengan menyebut perkataan ‘Allahu Akbaaar…!.!.!’ sekuat-kuat hatinya lalu baginda jatuh pengsan tidak sedar diri. Tidak lama kemudian setelah wajahnya disapukan dengan air sejuk maka baginda kembali sedar.

Sultan Muzaffar Shah terus menangis teresak-esak hingga jubahnya dibasahi dengan air matanya. Baginda memuhassabah dirinya.. “Memang… memang selama ini beta mengenali ALLAH melalui ilmu hakikat tetapi tidak pernah hadir walau sekelumit rasa untuk bertemu denganNya.

Rupa-rupanya ilmu hakikat yang beta pegangi selama ini juga salah sepertimana ilmu bonda dan ilmu Syeikh Abdullah”… bisik hatinya.

Kemudian terlintas difikiran Sultan Muzaffar Shah untuk menanyakan soalan lazimnya kepada pemuda gembala itu.

“Kalau begitu wahai orang muda, silalah jawab persoalan Beta ini… dimana ALLAH?”

Dengan tenang pemuda gembala itu menjawab… “ALLAH berada dimana Dia berada sekarang.”

“Kalau begitu, dimana ALLAH sekarang?

“Sekarang ALLAH berada dimana Dia berada dahulu.”

“Dimana ALLAH berada dahulu dan sekarang?”

“Dahulu dan sekarang Dia berada ditempat yang hanya Dia sahaja yang ketahui.”

“Dimana tempat itu?”

“Didalam pengetahuan ilmu ALLAH.”

Sultan Muzaffar Shah terdiam sebentar sambil keningnya berkerut merenung jawapan yang diberi pemuda gembala itu. Kemudian baginda meneruskan pertanyaannya lagi.

“Bolehkah manusia melihat ALLAH?”

“Kunhi ZatNya tidak boleh dicapai dengan pandangan mata kepala dan pandangan hati.”

“Sila perjelaskan lagi wahai anak muda.” Pinta Sultan Muzaffar Shah.

“Begini Tuanku… adapun jawapan yang diberikan oleh Bonda Tuanku itu diatas dasar soalan lazim yang Tuanku berikan itu adalah sebenarnya betul menurut tahapan akal Tuanku yang ketika itu dinilai masih kanak-kanak.

Adapun jawapan yang diberikan oleh Syeikh Abdullah itujuga betul jika dinilai dari sudut hukum akal… Dan jawapan yang diberikan oleh Syeikh Tua itu juga betul jika dinilai dari sudut pengamalan musyahadah terhadap ilmu hakikat. Begitu jugalah dengan jawapan yang saya berikan juga betul jika dinilai dari sudut ilmu ma’rifat.

Tiada yang salah cuma ilmu itu bertahap-tahap dan tuanku telah pun melalui tahapan-tahapan itu. Dari tahapan jahil (ilmu bonda) ke tahapan awam (ilmu kalam) kemudian ke tahapan khusus (ilmu hakikat) dan akhir sekali ke tahap khawasul khawas (ilmu ma’rifat).”

Kemudian pemuda gembala itu terus menyambung kata-katanya… “Jika ilmu hakikat itu jalan fana kerana menilik kepada Zat ALLAH maka ilmu ma’rifat pula jalan baqa kerana menilik terus kepada Kunhi Zat ALLAH. Maka jawapan bagi persoalan tuanku itu secara yang dapat saya simpulkan ialah Tiada yang tahu dimana ALLAH melainkan ALLAH dan tiada sesiapa yang dapat
melihat ALLAH melainkan diriNya sendiri.”

Sultan Muzaffar Shah mengangguk-anggukkan kepalanya tanda faham… “Jadi bagaimana hendak sampai ke tahap mengenal ALLAH dengan sempurna sehingga terbit rasa ingin untuk menemuiNya?”

“Jangan mengenal ALLAH dengan akal sebaliknya mengenal ALLAH dengan ALLAH.”

“Kemudian, apakah cara-caranya untuk dapat bertemu dengan ALLAH?”

“Sebagaimana firman ALLAH yang bermaksud… “Barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan amalan soleh dan janganlah dia mempersekutukan Tuhannya dalam beribadat kepadanya”… dari Surah Al-Kahfi ayat ke 110.

Mendengar penjelasan daripada pemuda gembala itu hati Sultan Muzaffar Shah menjadi tenang dan akhirnya baginda diterima menjadi murid si pemuda gembala itu. Kerana kesungguhan yang luarbiasa dalam mengerti ilmu ma’rifat maka baginda mahsyur terkenal sebagai seorang Sultan yang arifbillah lagi zuhud serta warak.

Kemudian rakyatnya dibiarkan bebas untuk berpegang pada mana-mana fahaman pun asalkan ajarannya masih didalam ruang lingkup yang mengikuti pegangan Ahlussunnah Wal Jamaah.

Dan sekarang pada usia 70 tahun barulah Sultan Muzaffar Shah sedar dan faham bahawa untuk memahami tentang ALLAH maka seseorang itu harus melalui tahapan-tahapan yang tertentu sebelum seseorang itu layak dinobatkan sebagai arifbillah. Baginya samada ilmu kalam, ilmu hakikat atau ilmu ma’rifat maka kesemuanya adalah sama penting untuk dipelajari, difahami, dimengerti bagi mewujudkan kesempurnaan untuk mencapai kedudukan insan kamil yang ma’rifatullah.

Kini Sultan Muzaffar Shah sudah memahami bagaimana rasanya rindu kepada ALLAH dan bagaimana rasanya benar-benar tidak sabar untuk bertemu ALLAH. Sejak semalam mulutnya tidak henti-henti asyik mengucapkan kalimah Ismu Zat Allah..Allah..Allah dan kadang-kadang terlihat deruan air mata jernih mengalir perlahan dipipinya sewaktu dipembaringan.

Perlahan-lahan pemuda gembala menghampiri Sultan Muzaffar Shah yang sejak 20 tahun lalu tinggal bersama dengannya dirumah usangnya lantas meletakkan kepala muridnya itu diribaan silanya dengan linangan air mata. Kini nafasnya mulai tersekat-sekat dan melihat itu, pemuda gembala merapatkan bibirnya ke telinga Sultan Muzaffar Shah lantas mentalqinkan baginda dengan kalimah tauhidan seraya diikuti baginda dengan senyuman. Sejurus kemudian Sultan Muzaffar Shah menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Suasana menjadi hening… pemuda gembala menunduk sahaja dan sebentar kemudian dia berkata. “Alangkah beruntungnya dia.. sekarang Tuanku benar-benar telah menemui ALLAH dan dapat mengenalNya dengan sebenar-benar kenal. “Ya… ALLAH masih belum layakkah untuk aku bertemu denganMu, aku mencemburui Sultan Muzaffar Shah ini maka jemputlah aku menghadapMu…”

Sebentar kemudian pemuda gembala itu pun turut rebah dan menghembuskan nafasnya yang terakhir…

Tiba-tiba hujan pun turun seolah-oleh menangisi permergian dua insan yang mulia akhlaknya itu.

– TAMAT –

Ustaz Mazlan Al Fakir

sumber;https://www.facebook.com/mzustazs?hc_location=timeline

perkampungan hang tuah duyung melaka

Perkampungan hang tuah
asalammualaikum.kami diperkampungan hang tuah menjemput semua ahli persatuan baik kerajaan,ngo,universiti,sekolah dan swasta yang menyangjungi  seni warisan budaya jiwa bangsa untuk membuat program kesenian samada persilatan,kompang,qasidah,maulud dibaei,memanah,menungang kuda,
busana melayu, keris,memasak,rebana untuk berlatih, membuat pertandingan,tempat perjumpaan amatlah digalakan tempat telah kami sediakan dengan gelangang dan suasana perkmapungan hang tuah secara percuma untuk memperkayakan kan lagi seni warisan budaya bangsa dan untuk membuat program perjumpaan keluarga juga persatuan,disini juga ada menjual barangan kraftangan,keris,barangan antiq,barangan kesnian dan muzium menceritakan sejarah melaka. terima kasih.
hubungi kami.
hp ;013 266 5553
email; cardovacreative4u@gmail.com

 

                                                       keindahan seni warisan budaya bangsa

setiap rumah melaka mempunyai kesenian yang indah

CARDOVA CREATIVE
LOT C 24, DATARAN PAHLAWAN MELAKA MEGAMALL
75000 BANDAR HILIR, MELAKA.
EMAIL :cardova_creative@yahoo.com/
TEL : 06- 2845553 HP : 013-2665553
http://cardovacreative.com/
http://cardovacreative.blogspot.com/
 

aku dari air yang hina.

 
 
 
Liked · 20 hours ago

Suatu ketika Seorang bayi siap untuk dilahirkan. menjelang diturunkan, si bayi bertanya kepada Tuhan :

” Para malaikat disini mengatakan besok Engkau akan mengirimkanku ke dunia, tetapi bagaimana cara hidup disana ? saya begitu kecil dan lemah. ” kata sibayi

Tuhan menjawab :” AKU telah memilih satu malaikat untukmu. ia akan menjaga dan mengasihimu.

“Tapi disyurga apa yang saya lakukan hanya tertawa dan bernyanyi ini cukup bagi saya untuk bahagia.” Demikian Kata Sibayi.

Tuhanpun menjawab :” Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih bahagia.”

Sibayipun bertanyan lagi :” dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara pada-Mu.

sekali lagi Tuhan menjawab :” Malaikat mu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa.”

sibayipun masih belum puas. iapun bertanya lagi :” saya mendengar bahwa dibumi banyak orang jahat siapa yang akan melindungi saya ?”

dengan penuh kesabaran Tuhanpun menjawab :” malaikatmu akan melindungi dengan taruhan jiwa nya sekalipun.

sibayipun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya :” tapi saya akan bersedih tidak melihat ENGKAU lagi.”

dan Tuhanpun menjawab :” malaikatmu akan menceritakan padamu tentang AKU dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-KU walaupun sesungguhnya AKU selalu berada disisimu.”

saat itu syurga begitu tenangnya. sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan Sang anak dengan suara lirih bertanya :” Tuhan jika saya harus pergi sekarang bisakah ENGKAU memberitahuku siapa nama malaikat dirumahku nanti ?”

Diam sejenakk……………………………. akhirnya Tuhanpun menjawab :” kau dapat memanggil malaikatmu “IBU”

kenanglah ibu yang selalu menyayangimu. untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi. ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan 2 selimut membaluti tubuhmu. ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu dan ingatkah engkau ketika airmata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit ?

anakku… sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu dirumah tempat kau dilahirkan.

anakku…..kembalilah mohon maaf pada ibumu yang selalu rindu pada senyummu.

anakku…. jangan biarkan engkau kehilangan saat saat yang akan kau rindukan dimasa datang ketika ibumu telah tiada. tak ada lagi yang berdiri didepan pintu menyambut kita.

tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia

yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya

yang ada hanyalah baju yang digantung dilemari kamarnya

tak ada lagi dan tak akan pernah ada lagi yang meneteskan airmata, mendoakanmu disetiap hembusan nafasnya.

anakku… ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik diakhir hayatnya.

kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya.

Ibu …. maafkan aku sampai kapanpun jasamu tak terbalaskan………………………

******

bilaku ingat…. masa kecilku ku selalu menyusahkanmu….

bilaku ingat…. masa kecilku ku selalu mengecewakanmu…..

banyak sekali pengorbanmu yang kau berikan padaku….

tanpa letih dan tanpa pamrih kau berikan semua itu….

engkaulah yang ku kasihi…. engkaulah yang kurindu…..

kuharap selalu doamu dari driimu ya ibu…..

tanpa doamu takkan ku raih

tanpa doamu takkan ku capai segala cinta & segala keinginan dari dirku ya ibu……………..
Oleh : Ainun Mardhiyah

Dahsyatnya Bangun Pagi, Tahajud , Subuh dan Dhuha
Silakan LIKE dan SHARE, Semoga bermanfaat
dan menginspirasi dan menjadi renungan bagi sahabat yang lainnya.

CARDOVA CREATIVE
LOT C 24, DATARAN PAHLAWAN MELAKA MEGAMALL
75000 BANDAR HILIR, MELAKA.
EMAIL :cardova_creative@yahoo.com/
TEL : 06- 2845553 HP : 013-2665553
http://cardovacreative.com/
http://cardovacreative.blogspot.com/

hari ibu.apakah hukumnya

sebarkan….sbb rata2 ramai yg sambut!

Kalau tak takut hilang akidah sambutlah – UAI. Ibu hari2 kena telefon dan ziarah bukan tunggu hari khas or ada duit byk sbb mereka bkn nak duit tapi mereka nak tengok muka kita jer. ( ingatan utk diri sendiri yg slalu lalai )
Kembara Ilmu – Amalan dan tradisi ini terus menerus merebak seluruh dunia yg kini disambut sebagai penghormatan kepada Mother Church yakni kuasa spiritual agung yang memberi manusia kehidupan dan memullihara mereka dari sebarang kecederaan, serta menganggap jasa ibu sama taraf dengan penghormatan terhadap gereja. Oleh yg demikian Hari Ibu terus disambut seawal 1872 hasil ilham Julia Ward Howe iaitu seorg aktivis sosial dan telah menulis puisi ” The Battle Hymn of The Republic”, puisi tersebut telah dijadikan lagu patriotik yg popular di kalangan rakyat Amerika. dengan ungkapan “Hallelujah” dlm bait-bait lagu tersebut.

Pada tahun 1907 Anna Jarvis dari Philadelphia telah memulakan kempen utk melancarkan Hari Ibu. Beliau telah berjaya mempengaruhi Mother’s Church di Grafton, West Virginia agar meraya dan meraikan Hari Ibu pada hari ulang tahun kedua kematian ibunya, iaitu pada hari Ahad kedua dalam bulan Mei. Semenjak dari itu, Hari Ibu dirayakan saban tahun di Philadelphia.

Anna Jarvis sarankan Hari Ibu disambut secara meluas di seluruh wilayah Amerika, matlamat mereka berjaya sepenuhnya pada tahun 1911. Manakala pada tahun 1914, Presiden Woodrow Wilson, secara rasminya telah mengisytiharkan Hari Ibu sebagai hari cuti umum dan mesti raikan pada setiap hari Ahad kedua dalam bulan Mei. Biar pun sebahagian besar negara-negara di dunia menyambutnya pada hari yang berlainan tetapi negara seperti Denmark, Finland, Itali, Turki, Australia, dan Belgium masih merayakannya pada setiap hari Ahad kedua dalam bulan Mei.

KISAH WALI ALLAH DAN PADERI SAMA’AN – 50 SOALAN LAWAN 1 SOALAN.

Ilmu Abu Yazid telah menyelamatkan daripada maut. Ilmu ketua paderi telah menyelamatkan daripada kesesatan dan ilmu kedua-duanya telah menutup tabir kejahilan dan menyingkap tabir kebenaran dan Islam!

Ini adalah kisah yang masyur dikalangan Ilmuan Islam.

Abu Yazid Al Bustami seorang ahli Sufi yang dikejutkan oleh mimpinya supaya pergi ke gereja Samaan. Tiga kali mimpinya itu berulang. Lalu ia bersiap sedia dengan pakaian dan cara yang diberitahu dalam mimpinya.

Ia masuk ke gereja Samaan tanpa disedari oleh Paderi-paderi yang hadir. Dia sama-sama menanti kedatangan ketua Paderi. Setelah ketua Paderi datang, ketua Paderi itu tidak dapat berucap. Dia tahu ada orang lain, orang Islam di dalam gereja itu. Katanya, ” ada orang yang percaya kepada Syariat Muhammad di dalam gereja ini.”

Semua paderi menjadi gempar dan mereka mahu orang itu di bunuh. Namun ketua paderi menghalang, sebaliknya ketua paderi meminta orang itu bangun supaya mereka dapat mengenalinya. Abu Yazid Al-Bustami pun bangun, tanpa rasa takut.

MENJAWAB 50 SOALAN

Ketua paderi berkata, “wahai pengikut Muhammad, saya akan mengajukan pertanyaan kepada kamu. Jika kamu dapat menjawab semuanya dengan benar, maka saya akan mengikut agama kamu. Namun jika kamu tidak dapat menjawabnya, maka kami akan membunuh kamu.”

Jawab Abu Yazid, “baiklah! Tanyalah apa saja yang kamu ingin tanyakan.”

Ketua paderi itu mengemukakan 50 soalan berterusan dan selepas ini Abu Yazid menjawabnya dengan tepat.

Soalan 1 :
Paderi : Apakah Yang satu tidak ada duanya ?

Soalan 2 :
Paderi : Apakah Yang dua tiada tiganya ?

Soalan 3 :
Apakah Yang tiga tiada empatnya ?

Soalan 4 :
Apakah Yang empat tiada limanya ?

Soalan 5 :
Apakah Yang lima tiada enamnya ?
.
Soalan 6 :
Apakah Yang enam tiada tujuhnya ?

Soalan 7 :
Apakah Yang tujuh tiada lapannya ?
.
Soalan 8 :
Apakah Yang lapan tiada sembilannya ?

Soalan 9 :
Apakah Yang sembilan tiada sepuluh ?

Soalan 10 :
Apakah Sepuluh yang sempurna ?

Soalan 11 :
Apakah itu Yang sebelas ?

Soalan 12 :
Apakah itu Yang dua belas ?

Soalan 13 :
Apakah itu Yang tiga belas ?

Soalan 14 :
Siapakah Orang yang berdusta,kemudian dapat masuk Syurga ?

Soalan 15 :
Siapakah Orang yang benar, tetapi mereka dimasukkan ke dalam neraka ?

Soalan 16 :
Apakah Tempat roh dalam badan manusia ?

Soalan 17 :
Apakah itu Al Zariyati Zarwa ?

Soalan 18 :
Apakah itu Al Hamilati Wakra ?

Soalan 19 :
Apakah itu Al Jariyati Yusra ?

Soalan 20 :
APakah itu Al Mukassimati Amra ?

Soalan 21 :
Apakah yang Yang empat belas ?

Soalan 22 :
Apakah Kubur yang berjalan dengan penghuninya ?

Soalan 23 :
Apakah Yang bernafas, tetapi tidak mempunyai roh ?

Soalan 24 :
Apakah Air yang tidak turun dari langit dan tidak keluar dari bumi ?

Soalan 25 :
Apakah Empat yang bukan daripada golongan manusia, Malaikat dan bukan daripada punggung lelaki dan daripada perempuan ?

Soalan 26 :
Apakah itu Satu ciptaan Allah, lalu diingkarinya sebagai satu yang buruk ?

Soalan 27 :
Apakah Darah yang mula-mula mengalir ke bumi?

Soalan 28 :
Apakah itu Sesuatu ciptaan Allah, lalu diangkat sesuatu yang berat ?

Soalan 29 :
Apakah Pada mulanya sebatang kayu kemudian menjadi roh?

Soalan 30 :
Siapakah Wanita yang paling utama ?

Soalan 31 :
Apakah Gunung yang paling utama ?

Soalan 32 :
Apakah Binatang yang paling utama ?

Soalan 33 :
Apakah itu Bulan yang paling utama ?

Soalan 34 :
Apakah itu Malam yang paling utama.

Soalan 35 :
Apakah itu Tentang Attaâ’mah?

Soalan 36 :
Pohon yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting ada 30 daun, setiap daun ada lima kembang, dua bunga di matahari dan tiga bunga di tepi kegelapan ?

Soalan 37 :
Apakah Satu benda yang pergi haji dan tawaf di Baitullah, tetapi tidak mempunyai roh dan tidak wajib haji ?

Soalan 38 :
Empat jenis air yang lain rupanya dan rasanya, tetapi sumbernya satu ?

Soalan 39 :
Apakah itu Nakir, fatil dan kitmir ?

Soalan 40 :
Apakah itu Sabid dan Labad ?

Soalan 41 :
Apakah itu Sam dan Ram ?

Soalan 42 :
Apakah Maksud keldai Makwak ?

Soalan 43 :
Apakah Maksud anjing menyalak ?

Soalan 44 :
Apakah Maksud jeritan kuda ?

Soalan 45 :
Apakah Maksud jeritan unta. ?

Soalan 46 :
Apakah Maksud nyanyian burung Bulbul ?

Soalan 47 :
Apakah Maksud bunyi katak ?

Soalan 48 :
Apakah Maksud kata-kata burung Nakus ?
.
Soalan 49 :
Kaum daripada makhluk Allah yang diutus kepadanya, namun ia bukan dari kumpulan jin, manusia dan Malaikat ?

Soalan 50 :
Di mana malam ketika siang dan di mana siang ketika malam.?

JAWAPAN DARI ABU YAZID

Lalu Abu Yazid menjawab ke semua nya.

Soalan 1 :
Paderi : Apakah Yang satu tidak ada duanya ?
Kewujudan Allah Maha Esa. Dia Tuhan yang tunggal tiada sekutu baginya.

Soalan 2 :
Paderi : Apakah Yang dua tiada tiganya ?
Malam dan siang. Apabila pergi malam datanglah siang dan apabila pergi siang datanglah malam.

Soalan 3 :
Apakah Yang tiga tiada empatnya ?
Kursi, Kalam dan Arash Allah Hu Subhanahu Wataala.

Soalan 4 :
Apakah Yang empat tiada limanya ?
Taurat, Injil, Zabur dan Al-Quran.

Soalan 5 :
Apakah Yang lima tiada enamnya ?
Islam telah memfardukan solat lima waktu: Zohor, Asar, Maghrib, Ishak dan Subuh.

Soalan 6 :
Apakah Yang enam tiada tujuhnya ?
Hari-hari Allah telah menciptakan langit dan bumi. Ini semua tersebut di dalam Kitab-kitab suci juga.

Soalan 7 :
Apakah Yang tujuh tiada lapannya ?
Tujuh petala langit dan tujuh lapis bumi yang disebut di dalam Kitab Suci juga.

Soalan 8 :
Apakah Yang lapan tiada sembilannya ?
Bilangan Malaikat yang memikul Arash Allah Taala yang disebutkan di dalam Kitab Suci (ertinya): dan akan memikul Arash Tuhan kamu pada hari (Kiamat) itu
adalah lapan Malaikat.

Soalan 9 :
Apakah Yang sembilan tiada sepuluh ?
Bilangan kaum daripada golongan manusia yang menjadi kerosakan bumi Allah, sebagaimana yang tersebut di dalam Kitab Suci (ertinya): di dalam kota itu dahulu terdapat sembilan kumpulan yang menjadi perosak bumi, mereka tidak pernah melakukan yang baik.

Soalan 10 :
Apakah Sepuluh yang sempurna ?
Kewajipan puasa sepuluh hari ke atas orang yang berihram haji sebagaimana firman Allah Taala (ertinya): Maka hendaklah ia (orang yang berihram haji) berpuasa tiga hari semasa haji dan tujuh hari setelah balik ke negerinya. Itulah dia sepuluh yang sempurna.

Soalan 11 :
Apakah itu Yang sebelas ?
Saudara-saudara Nabi Yusof Alaihissalam.

Soalan 12 :
Apakah itu Yang dua belas ?
Bilangan bulan dalam setahun.

Soalan 13 :
Apakah itu Yang tiga belas ?
Mimpi Nabi Yusof Alaihissalam yang tersebut di dalam Kitab Suci: Sesungguhnya Aku melihat sebelas bintang, matahari dan bulan.
Jumlahnya tiga belas.

Soalan 14 :
Siapakah Orang yang berdusta,kemudian dapat masuk Syurga ?
Mereka ialah saudara-saudara Nabi Yusof Alaihissalam. Mereka memberitahu ayah mereka Nabi Yaakob Alaihissalam bahawa Yusof telah di makan serigala. Mereka membawa pakaiannya yang dilumur dengan darah kambing. Perkara yang mereka lakukan itu adalah suatu dusta.

Soalan 15 :
Siapakah Orang yang benar, tetapi mereka dimasukkan ke dalam neraka ?
Mereka ialah kaum Yahudi dan Nasrani, sesuai dengan firman Allah Ta’ala ( ertinya ) : telah berkata
Kaum Yahudi, kaum Nasrani itu tidak benar dan berkata kaum Nasrani pula kaum Yahudi itu tidak benar. Kedua-dua kaum itu berkata benar pada tuduhan mereka antara satu dengan lain, namun mereka tidak mahu tunduk kepada kebenaran yang ada di hadapan mereka iaitu mempercayai agama yang di bawa oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam sebagai agama yang sebelumnya. Lantaran itu mereka menduduki neraka.

Soalan 16 :
Apakah Tempat roh dalam badan manusia ?
Roh berada di dalam tubuh badan manusia yang hanya diketahui hakikatnya oleh Allah Taala kerana roh adalah merupakan urusan Allah Taala jua, berdasarkan firmannya (ertinya): katakan roh itu dari perkara urusan Tuhanku.

Soalan 17 :
Apakah itu Al Zariyati Zarwa ?
Nama empat macam angin.

Soalan 18 :
Apakah itu Al Hamilati Wakra ?
Awan gemawan di dada langit.

Soalan 19 :
Apakah itu Al Jariyati Yusra ?
Perahu-perahu yang belayar di laut.

Soalan 20 :
APakah itu Al Mukassimati Amra ?
Malaikat-malaikat yang bertugas membahagi-bahagikan rezeki kepada manusia pada malam Nisfu Syaaban.

Soalan 21 :
Apakah yang Yang empat belas ?
Tujuh petala langit dan tujuh lapis bumi yang sesuai dengan firman Allah Taala (ertinya): Maka Allah berfirman kepadanya iaitu kepada tujuh petala langit dan tujuh lapis bumi, datanglah kepada aku secara patuh terhadap perintahku ataupun secara terpaksa. Maka berkata kedua-dua langit dan bumi, “kami akan datang kepadamu secara patuh dan taat.”

Soalan 22 :
Apakah Kubur yang berjalan dengan penghuninya ?
Ikan besar yang menelan Nabi Yunus Alaihissalam. Nabi Yunus Alaihissalam di bawa oleh ikan ke mana-mana sahaja yang akhirnya dimuntahkan di pantai dengan izin Allah Taala.

Soalan 23 :
Apakah Yang bernafas, tetapi tidak mempunyai roh ?
Waktu subuh seperti firman Allah Taala (ertinya): demi subuh apabila ia terlepas.

Soalan 24 :
Apakah Air yang tidak turun dari langit dan tidak keluar dari bumi ?
Air yang dikirim oleh ratu Balqis kepada Nabi Sulaiman Alaihissalam di dalam botol iaitu air peluh kuda.

Soalan 25 :
Apakah Empat yang bukan daripada golongan manusia, Malaikat dan bukan daripada punggung lelaki dan daripada perempuan ?
Kibas yang di bawa Jibril Alaihissalam sebagai korban ganti Nabi Ismail Alaihissalam, unta Nabi Salleh Alaihissalam yang disembelih kaumnya, untuk Nabi Adam dan Siti Hawa Alaihissalam.

Soalan 26 :
Apakah itu Satu ciptaan Allah, lalu diingkarinya sebagai satu yang buruk ?
Suara keldai yang tidak sedap didengar, sesuai dengan firman Allah Taala (ertinya): sesungguhnya suara yang paling buruk ialah suara keldai

Soalan 27 :
Apakah Darah yang mula-mula mengalir ke bumi?
Darah Habil yang dibunuh oleh saudaranya Kabil.

Soalan 28 :
Apakah itu Sesuatu ciptaan Allah, lalu diangkat sesuatu yang berat ?
Helah kaum wanita, seperti Firman Allah Taala (ertinya): sesungguhnya tipu helah wanita adalah suatu tipu helah besar atau berat.

Soalan 29 :
Apakah Pada mulanya sebatang kayu kemudian menjadi roh?
Tongkat Nabi Musa Alaihissalam

Soalan 30 :
Siapakah Wanita yang paling utama ?
Hawa, ibu sekalian manusia, kemudian Khatijah dan Aisyah, Asiah (isteri Firaun) dan Maryam Binti Imran.

Soalan 31 :
Apakah Gunung yang paling utama ?
Gunung Tursina

Soalan 32 :
Apakah Binatang yang paling utama ?
Kuda.

Soalan 33 :
Apakah itu Bulan yang paling utama ?
Bulan Ramadhan.

Soalan 34 :
Apakah itu Malam yang paling utama.
Lailatul Qadar.

Soalan 35 :
Apakah itu Tentang Attaâ’mah?
Hari Kiamat.

Soalan 36 :
Pohon yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting ada 30 daun, setiap daun ada lima kembang, dua bunga di matahari dan tiga bunga di tepi kegelapan ?
Pohon itu “tahun” yang padanya ada 12 bulan, satu bulan ada 30 hari. Lima itu ialah lima waktu solat

Soalan 37 :
Apakah Satu benda yang pergi haji dan tawaf di Baitullah, tetapi tidak mempunyai roh dan tidak wajib haji ?
Bahtera Nabi Noh Alaihissalam.

Soalan 38 :
Empat jenis air yang lain rupanya dan rasanya, tetapi sumbernya satu ?
Air mata, air telinga, air hidung dan air mulut. Air mata masin, air telinga pahit, air hidung masin dan air mulut tawar.

Soalan 39 :
Apakah itu Nakir, fatil dan kitmir ?
Nakir ialah titik yang terdapat pada kulit luar benih, fatil ialah titik yang terdapat di dalam benih dan kitmir ialah kulit yang membaluti benih.

Soalan 40 :
Apakah itu Sabid dan Labad ?
Bulu kambing biri-biri dan kambing kasi.

Soalan 41 :
Apakah itu Sam dan Ram ?
Makhluk yang telah ada sebelum wujud Nabi Adam Alaihissalam.

Soalan 42 :
Apakah Maksud keldai Makwak ?
Keldai Makwak tanda ia melihat syaitan, lalu ia berkata: Allah melaknatnya.

Soalan 43 :
Apakah Maksud anjing menyalak ?
Anjing menyalak bermaksud: Awas! Celaka bagi penghuni-penghuni neraka dari kemurkaan Allah yang maha berkuasa.

Soalan 44 :
Apakah Maksud jeritan kuda ?
Kuda menjerit bermaksud: Maha suci Allah yang memeliharaku ketika tentera berpadu menyerang musuh dengan penuh semangat.

Soalan 45 :
Apakah Maksud jeritan unta. ?
Unta menjerit membawa maksud: Hasbiyallahu Wakafa Billahi Wakila (ertinya): Memadailah Allah bagiku dan cukuplah Dia tempat aku menyerahkan diriku.

Soalan 46 :
Apakah Maksud nyanyian burung Bulbul ?
Nyanyian Bulbul bermaksud: Maha suci Allah pada waktu pagi dan pada waktu petang.

Soalan 47 :
Apakah Maksud bunyi katak ?
Bunyi katak bermaksud: Maha suci Tuhan yang di sembah di mana-mana sahaja ada makhluknya dan di tempat-tempat yang tiada penghuninya.

Soalan 48 :
Apakah Maksud kata-kata burung Nakus ?
Maksud kata-katanya: Maha suci Allah sungguh-sungguh! Wahai anak Adam! Lihatlah di barat dan di timur di dunia itu, adakah makhluk yang menongkat langit?.

Soalan 49 :
Kaum daripada makhluk Allah yang diutus kepadanya, namun ia bukan dari kumpulan jin, manusia dan Malaikat ?
Makhluk itu adalah lebih seperti Firman Allah Taala (ertinya): dan Tuhan kamu telah mewahyukan kepada lebih…

Soalan 50 :
Di mana malam ketika siang dan di mana siang ketika malam.?
Kedua-duanya berada di dalam ilmu Allah Taala yang amat sulit.

SOALAN DARI ABU YAZID

Kata Abu Yazid, “saya sudah jawab semua pertanyaan tuan. Sekarang ada lagikah soalan-soalan lain?”

Semua pendeta menjawab, “tidak ada lagi,”

Kemudian Abu Yazid mengemukakan pertanyaan kepada mereka.

“beritahu saya kunci Syurga dan Neraka langit.”

Tidak seorang pun yang dapat menjawabnya dan mereka mengaku bahawa memang mereka tidak tahu jawapannya. Baru satu soalan sudah tidak dapat dijawab sedangkan Abu Yazid telah menjawab berpuluh soalan.

Mereka meminta ketua paderi menjawab, namun ia membisu. Katanya, “bukan saya tidak mahu menjawab, tetapi saya takut kamu semua tidak bersetuju.”

Mereka hairan mendengar kata-kata ketua paderi itu. Akhirnya mereka mendesak juga dan bersedia untuk bersetuju dan menerima kata-kata ketua mereka.
“bahawa kunci Syurga dan kunci langit itu tidak lain ialah “LAILA HAILLALLAH HU MUHAMMAD DARRASULUULAH.”Tegas ketua paderi.

Mereka semua tersentak, terdiam. Lalu Abu Yazid berkata, “memang benar kata ketua kamu ini.”
Semua paderi memeluk Islam

Abu Yazid menuntut janji kepada ketua paderi dan persetujuan pengikut-pengikutnya.
“Sahabat-sahabat sekalian percayalah bahawa apa yang saya beritahu itu adalah benar. Saya tidak didesak oleh mana-mana tekanan. Memang sudah lama saya fikirkan hendak menyampaikan perkara ini kepada sahabat-sahabat semua, tetapi saya bimbang sahabat-sahabat tidak akan percaya kepada saya lagi. Saya hanya menunggu waktu.”

“Dari mana tuan mengetahui perkara ini?” Tanya salah seorang paderi.

“Dari ketua sebelum saya.” Jelas ketua paderi.

“Sebelum ketua itu meninggal dunia dia telah bersumpah bahawa perkara yang dikatakan itu adalah benar.” Sambung ketua paderi itu.

“Kalau begitu, apa lagi yang kita tunggu!”

Ketua paderi dan pengikut-pengikutnya semuanya memeluk Islam disebabkan oleh Abu Yazid.

Ilmu Abu Yazid telah menyelamatkan daripada maut. Ilmu ketua paderi telah menyelamatkan daripada kesesatan dan ilmu kedua-duanya telah menutup tabir kejahilan dan menyingkap tabir kebenaran dan Islam!

والله اعلم

Sultan Muhammad al-Fatih

Sultan Muhammad al-Fatih

TAHUKAH ANDA siapa Sultan Muhammad al-Fatih?

Baginda adalah sultan yang memerintah Empayar Uthmaniyyah. Baginda menakluk Konstantinople pada umur 21 tahun yang membawa kepada kehancuran Empayar Byzantine.

Muhammad al-Fatih merupakan seorang sultan yang mementingkan kekuatan dalaman dan luaran para tenteranya.

Mempunyai kepakaran dalam bidang ketenteraan, sains, matematik dan menguasai enam bahasa (bahasa Turki, Greek, Hebrew, Arab, Parsi dan Latin) pada ketika berumur 21 tahun.

Seorang pemimpin yang hebat, warak dan tawaduk selepas Sultan Salahuddin Al-Ayubbi (pahlawan Islam dalam Perang Salib) dan Sultan Saifuddin Muzaffar Al-Qutuz (pahlawan Islam dalam peperangan di Ain Jalut menentang tentera Monggol).

Malah sifat-sifat baginda dan tenteranya telah diisyaratkan oleh Rasulullah s.aw.:

“Konstantinople akan ditakluki oleh tentera Islam. Rajanya (yang menakluk) adalah sebaik-baik raja dan tenteranya (yang menakluk) adalah sebaik-baik tentera.”

Panglima Cheng Ho

Panglima Cheng Ho

TAHUKAH ANDA SEJARAH ISLAM KITA DAN BANGSA CINA?

Bahawa Panglima Cheng Ho yang kita kenali selama ini sebenarnya bernama Zheng He dan beragama Islam. Nama Islamnya dalam bahasa Cina ialah Ma Sanbao, atau dalam bahasa Arabnya Mahmud Shamsuddin.

Kedatangan Panglima Zheng He (Cheng Ho) ke Melaka pada abad ke-15 sebenarnya memberikan kesan signifikan terhadap perkembangan dakwah Islam di kawasan empayar Kesultanan Islam Melayu Melaka.

Rosey Wang Ma dalam bukunya “Chinese Muslim in Malaysia : History and Development” menyebut :

Described as an ‘explorer, conqueror, and trader’, and as an envoy of the Emperor of China, Zheng He’s visits to the Muslim Malay World had an undeniable impact as far as Islam is concerned. Indonesian Islamic scholar Hamka wrote in 1961: ‘The development of Islam in Indonesia and Malaya is intimately related to a Chinese Muslim, Admiral Zheng He.

1 2 3 790